alexametrics
29.3 C
Jombang
Sunday, August 7, 2022

Yustiningsih SPd MT, Hidup Harus Penuh Manfaat

JOMBANG – Hidup sekali harus berarti. Begitulah moto hidup Yustiningsih, SPd MT, guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Jombang. Sebagian besar waktunya habis untuk kegiatan sosial. Mulai dari mengajar hingga “ngeramut” anak-anak yatim dan duafa.

”Jangan sampai waktu saya habis untuk kegiatan yang tidak ada manfaatnya,” ungkap Yustin yang juga Kepala Perpustakaan SMAN 1 Jombang.

Selain kesibukan mengajar di sekolah, Yustin juga aktif dalam kegiatan sosial. Di lingkungan tempat tinggalnya, dia dipercaya sebagai ketua dasawisma Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang. Sebelumnya ia menjabat sebagai ketua PKK RT 09 selama empat tahun.

Tak hanya itu, ia pun juga aktif mengajar ngaji ibu-ibu di musala dekat rumahnya. Meski cukup menyita waktu, dia mengaku ikhlas menjalani aktivitasnya yang padat. ”Saya menjalani dengan ikhlas. Saya ingin hidup saya membawa manfaat untuk banyak orang,” tandasnya.

Baca Juga :  Warsubi Ketua AKD, Jaga Kekompakan Kades, Jalin Sinergi Semua Lini

Pada 2015, di Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng ada tanah wakaf yang sudah sekitar 15 nganggur. Ia kemudian menjalin komunikasi dengan keluarga yang mewakafkan untuk mendirikan sebuah yayasan, yang diberi nama Yayasan Permata Nusantara.

Atas masukan banyak orang, yayasan akhirnya berdiri. Di antarnya kegiatannya, ada pondok tahfiz, taman tahfiz, dan madrasah diniyah. Santrinya adalah anak-anak minimal lulus SMP yatim, yatim piatu, atau dari keluarga duafa, yang siap belajar menghafal Alquran. ”Kami tidak menyebutnya anak panti, kami menyebutnya santri tahfidz, karena kami ingin mengangkat derajat mereka,” katanya.

Semuanya bersekolah dan mondok, dan belajar dengan gratis. ”Insya Allah kalau kita berniat baik, akan terkoneksi dengan orang-orang yang baik juga,” katanya.

Tiga tahun, sudah banyak santri yang tahfiz, dan mengajar di yayasan yang sama membantu adik-adik tingkatnya untuk menghafal Alquran. ”Kami berdayakan potensi yang ada di sana,” katanya.

Baca Juga :  Inni Amami, Guru Seni yang Berprestasi nan Menginspirasi

Menurut Yustin, melihat santri yang sekolah, belajar, hingga wisuda tahfiz merupakan kebahagiaan tersendiri baginya. ”Dan saya punya prinsip, kebahagiaan yang saya miliki harus saya bagikan kepada yang lain,” katanya.

Di sekolah, Yustin juga termasuk guru yang aktif. Ia merupakan ketua MGMP Bahasa Indonesia SMAN Kabupaten Jombang, juga sebagai pengajar praktik Guru Penggerak angkatan kelima Kemendikbudristek.

Ia mengaku suka berorganisasi, berkumpul dengan orang-orang baru, orang-orang hebat dan mengambil berbagai pelajaran untuk ia sampaikan lagi kepada masyarakat.

Di SMAN 1 Jombang, ia memiliki teman sevisi, yaitu Saidun, Waka Kesiswaan SMAN 1 Jombang dalam meningkatkan prestasi SMAN 1 Jombang. Yustiningsih juga pernah meraih juara 2 guru berprestasi tingkat Kabupaten Jombang tahun 2014.

selanjutnya….






Reporter: Wenny Rosalina
- Advertisement -

JOMBANG – Hidup sekali harus berarti. Begitulah moto hidup Yustiningsih, SPd MT, guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Jombang. Sebagian besar waktunya habis untuk kegiatan sosial. Mulai dari mengajar hingga “ngeramut” anak-anak yatim dan duafa.

”Jangan sampai waktu saya habis untuk kegiatan yang tidak ada manfaatnya,” ungkap Yustin yang juga Kepala Perpustakaan SMAN 1 Jombang.

Selain kesibukan mengajar di sekolah, Yustin juga aktif dalam kegiatan sosial. Di lingkungan tempat tinggalnya, dia dipercaya sebagai ketua dasawisma Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang. Sebelumnya ia menjabat sebagai ketua PKK RT 09 selama empat tahun.

Tak hanya itu, ia pun juga aktif mengajar ngaji ibu-ibu di musala dekat rumahnya. Meski cukup menyita waktu, dia mengaku ikhlas menjalani aktivitasnya yang padat. ”Saya menjalani dengan ikhlas. Saya ingin hidup saya membawa manfaat untuk banyak orang,” tandasnya.

Baca Juga :  Rahma Fitriana Kasubag Umum di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Jombang

Pada 2015, di Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng ada tanah wakaf yang sudah sekitar 15 nganggur. Ia kemudian menjalin komunikasi dengan keluarga yang mewakafkan untuk mendirikan sebuah yayasan, yang diberi nama Yayasan Permata Nusantara.

Atas masukan banyak orang, yayasan akhirnya berdiri. Di antarnya kegiatannya, ada pondok tahfiz, taman tahfiz, dan madrasah diniyah. Santrinya adalah anak-anak minimal lulus SMP yatim, yatim piatu, atau dari keluarga duafa, yang siap belajar menghafal Alquran. ”Kami tidak menyebutnya anak panti, kami menyebutnya santri tahfidz, karena kami ingin mengangkat derajat mereka,” katanya.

- Advertisement -

Semuanya bersekolah dan mondok, dan belajar dengan gratis. ”Insya Allah kalau kita berniat baik, akan terkoneksi dengan orang-orang yang baik juga,” katanya.

Tiga tahun, sudah banyak santri yang tahfiz, dan mengajar di yayasan yang sama membantu adik-adik tingkatnya untuk menghafal Alquran. ”Kami berdayakan potensi yang ada di sana,” katanya.

Baca Juga :  Wanita Harus Sigap dan Bertanggung Jawab

Menurut Yustin, melihat santri yang sekolah, belajar, hingga wisuda tahfiz merupakan kebahagiaan tersendiri baginya. ”Dan saya punya prinsip, kebahagiaan yang saya miliki harus saya bagikan kepada yang lain,” katanya.

Di sekolah, Yustin juga termasuk guru yang aktif. Ia merupakan ketua MGMP Bahasa Indonesia SMAN Kabupaten Jombang, juga sebagai pengajar praktik Guru Penggerak angkatan kelima Kemendikbudristek.

Ia mengaku suka berorganisasi, berkumpul dengan orang-orang baru, orang-orang hebat dan mengambil berbagai pelajaran untuk ia sampaikan lagi kepada masyarakat.

Di SMAN 1 Jombang, ia memiliki teman sevisi, yaitu Saidun, Waka Kesiswaan SMAN 1 Jombang dalam meningkatkan prestasi SMAN 1 Jombang. Yustiningsih juga pernah meraih juara 2 guru berprestasi tingkat Kabupaten Jombang tahun 2014.

selanjutnya….






Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/