alexametrics
33.9 C
Jombang
Wednesday, August 10, 2022

dr Tri Putri Yuniarti, Tanggungjawab 24 Jam pada Profesi dan Jabatan

JOMBANG – Menjadi kepala instalasi laboratorium patologi klinik RSUD Jombang, dr Tri Putri Yuniarti, SpPK harus siaga 24 jam. Hal itu sebagai bentuk tanggung jawabnya pada jabatan dan tugas yang diamanahkan kepadanya.

”Saya pulang ke rumah tidur, tapi HP harus siaga 24 jam di samping saya, jadi kapanpun teman-teman konsultasi, siap untuk menjawab,” ungkap warga jalan Empu Panuluh Nomor 26, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang ini.

Laboratorium dan patologi klinik memiliki jam kerja sama seperti IGD, yaitu 24 jam. Karena sebelum dipindahkan ke tempat rawat inap, pasien harus menjalani pemeriksaan laboratorium. ”Sering sekali ada konsultasi jika teman-teman menemui kendala di lapangan, seperti hasil lab tidak sesuai maka saya yang memberi arahan untuk uji lab ulang,” ungkapnya.

Kegiatan sehari-hari banyak ia habiskan di tempat kerja. Pagi sebelum Subuh hingga Subuh ia menjalani ibadah malam. Setelah itu dilanjutkan dengan bersih-bersih rumah. Menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk ke kantor.

Baca Juga :  Donny Anggun, Jadi Wakil Rakyat Karena Terinspirasi Sang Ayah

Setelah sampai di kantor, ia langsung mengerjakan tugas yang harus ia selesaikan. Juga berkoordinasi dengan para analis yang bekerja di bawah laboratorium dan patologi klinik. Memeriksa semua kelengkapan laboratorium, dan memastikan semua berfungsi dengan baik.

dr Yuni juga menjabat sebagai Ketua PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) RSUD Jombang, serta Sekretaris PPRA (Panitia Pencegahan Resistensi Antimikroba). ”Jadi koordinasi setiap harinya dengan ketiga bagian tersebut,” jelasnya.

Ia menganggap semua analis yang bertugas di bawah laboratorium adalah mitra kerja. Tidak ada istilah atasan yang semena-mena main suruh. ”Kita bekerja bersama-sama, jadi tidak ada istilah bawahan, atau atasan yang seenaknya menyuruh ini dan itu,” katanya.

Setelah lelah bekerja selama seminggu, ia memilih berlibur dengan anak dan cucu. Ia rutin berkunjung ke Surabaya seminggu sekali untuk melepas rindunya kepada sang cucu. ”Cucu saya ada tiga. Yang dua di Jakarta ikut orang tuanya kerja di sana, yang satu dari anak kedua ini ada di Surabaya,” kata ibu dua anak ini.

Baca Juga :  Thonsom Pranggono Dulu Ingin Gabung Militer, Kini PNS

Sementara, untuk menjaga kesehatannya agar tetap fit, dr Yuni memilih istirahat lebih awal. Setelah salat Isya, ia berusaha untuk tidur. Sehingga bisa bangun lebih awal untuk salat malam.

dr Yuni merupakan dokter senior di RSUD Jombang. Ia menjabat sebagai kepala instalasi laboratorium dan patologi klinik sejak 2001 hingga sekarang. Ia merupakan dokter yang lulusan tahun1988 dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. ”Kemudian saya inpres ke Papua selama 5 tahun,” jelasnya.

Setelah itu, ia menempuh pendidikan spesialis patologi klinik dan lulus tahun 2000. Sebelum menjalani kuliah kedokteran, ia menghadapi tiga pilihan, yaitu fakultas kedokteran, fakultas kedokteran gigi, fakultas pertanian. ”Yang ada biologinya saya suka, dan kebetulan masuk di fakutlas kedokteran Unair,” jelasnya.

Selanjutnya………..






Reporter: Wenny Rosalina
- Advertisement -

JOMBANG – Menjadi kepala instalasi laboratorium patologi klinik RSUD Jombang, dr Tri Putri Yuniarti, SpPK harus siaga 24 jam. Hal itu sebagai bentuk tanggung jawabnya pada jabatan dan tugas yang diamanahkan kepadanya.

”Saya pulang ke rumah tidur, tapi HP harus siaga 24 jam di samping saya, jadi kapanpun teman-teman konsultasi, siap untuk menjawab,” ungkap warga jalan Empu Panuluh Nomor 26, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Jombang ini.

Laboratorium dan patologi klinik memiliki jam kerja sama seperti IGD, yaitu 24 jam. Karena sebelum dipindahkan ke tempat rawat inap, pasien harus menjalani pemeriksaan laboratorium. ”Sering sekali ada konsultasi jika teman-teman menemui kendala di lapangan, seperti hasil lab tidak sesuai maka saya yang memberi arahan untuk uji lab ulang,” ungkapnya.

Kegiatan sehari-hari banyak ia habiskan di tempat kerja. Pagi sebelum Subuh hingga Subuh ia menjalani ibadah malam. Setelah itu dilanjutkan dengan bersih-bersih rumah. Menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk ke kantor.

Baca Juga :  Implementasi MBKM, Mahasiswa Unhasy Ikuti Program Kuliah di Luar Kampus

Setelah sampai di kantor, ia langsung mengerjakan tugas yang harus ia selesaikan. Juga berkoordinasi dengan para analis yang bekerja di bawah laboratorium dan patologi klinik. Memeriksa semua kelengkapan laboratorium, dan memastikan semua berfungsi dengan baik.

dr Yuni juga menjabat sebagai Ketua PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) RSUD Jombang, serta Sekretaris PPRA (Panitia Pencegahan Resistensi Antimikroba). ”Jadi koordinasi setiap harinya dengan ketiga bagian tersebut,” jelasnya.

- Advertisement -

Ia menganggap semua analis yang bertugas di bawah laboratorium adalah mitra kerja. Tidak ada istilah atasan yang semena-mena main suruh. ”Kita bekerja bersama-sama, jadi tidak ada istilah bawahan, atau atasan yang seenaknya menyuruh ini dan itu,” katanya.

Setelah lelah bekerja selama seminggu, ia memilih berlibur dengan anak dan cucu. Ia rutin berkunjung ke Surabaya seminggu sekali untuk melepas rindunya kepada sang cucu. ”Cucu saya ada tiga. Yang dua di Jakarta ikut orang tuanya kerja di sana, yang satu dari anak kedua ini ada di Surabaya,” kata ibu dua anak ini.

Baca Juga :  Pembangunan Lapak Relokasi Pedagang Tunggu Lelang Rampung  

Sementara, untuk menjaga kesehatannya agar tetap fit, dr Yuni memilih istirahat lebih awal. Setelah salat Isya, ia berusaha untuk tidur. Sehingga bisa bangun lebih awal untuk salat malam.

dr Yuni merupakan dokter senior di RSUD Jombang. Ia menjabat sebagai kepala instalasi laboratorium dan patologi klinik sejak 2001 hingga sekarang. Ia merupakan dokter yang lulusan tahun1988 dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. ”Kemudian saya inpres ke Papua selama 5 tahun,” jelasnya.

Setelah itu, ia menempuh pendidikan spesialis patologi klinik dan lulus tahun 2000. Sebelum menjalani kuliah kedokteran, ia menghadapi tiga pilihan, yaitu fakultas kedokteran, fakultas kedokteran gigi, fakultas pertanian. ”Yang ada biologinya saya suka, dan kebetulan masuk di fakutlas kedokteran Unair,” jelasnya.

Selanjutnya………..






Reporter: Wenny Rosalina

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/