alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Terkait Dugaan Korupsi Isoter di Jombang, APH Diminta Serius

14 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Terkait Dugaan Korupsi Isoter di Jombang, APH Diminta Serius

Share this      

JOMBANG – Dugaan korupsi penyelanggaraan isolasi terpadu yang tengah ditangani kepolisian, mendapat respons pemerhati kebijakan publik. Ahmad Sholikhin Ruslie meminta pihak kepolisian serius menangani persoalan itu sampai tuntas.

”Kalau memang sudah ditangani APH, jangan tebang pilih. Harus serius,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu kemarin (13/10). Ia meminta persoalan itu benar-benar ditangani serius tanpa pandang bulu. ”Terkadang yang kita khawatirkan tebang pilih. Kalau mau ditangani ya serius, sekali lagi pidana ini merupakan upaya terakhir menyelesaikan persoalan,” imbuh dia.

Untuk itu pihaknya berharap dugaan korupsi isoter bisa  diusut tuntas. ”Usut saja semuanya, kalau mau benar. Baik polisi atau jaksa tegakkan hukum dengan baik. Sekali lagi, jangan pandang bulu. Jangan karena ada sesuatu dan lain hal, satu dipersoalkan, lainnya dibiarkan,” sindir Sholikhin.

Baca juga: Binrohtal 1.264: Intan Bernama Muhammad

Ia sendiri mempertanyakan peran Inspektorat selama ini yang menjadi lembaga tertinggi dalam hal pengawasan dan pembinaan laporan. Sampai akhirnya persoalan anggaran penanganan kasus Covid-19 di isoter setiap kecamatan, sekarang ditangani pihak kepolisian.

”Polisi sudah bergerak ya silakan diproses. Cuma masalahnya, Inspektorat kemana dan dimana. Kalau lambat, ya tidak salah APH menindak,” pungkas mantan anggota DPRD Jombang ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan korupsi dalam penyelenggaraan isolasi terpadu (isoter) direspons aparat penegak hukum. Sejumlah camat telah mendapat panggilan dari penyidik kepolisian untuk dimintai keterangan.

AKP Teguh Setiawan  Kasatreskrim Polres Jombang, mengaku sudah menerjunkan tim dan surat perintah tugas untuk melakukan pulbaket. Atensi itu dilakukannya karena tidak ingin ada penyelewengan anggaran di isoter masing-masing kecamatan.

Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan pemanggilan kepada sejumlah pihak. Termasuk menindaklanjuti adanya temuan dugaan korupsi honor insentif penjaga isoter yang terjadi di Kecamatan Megaluh. Temuan tersebut akan dimasukkan dalam daftar laporan. "Ya, kita akan masukkan ke tambahan laporan nanti," pungkasnya.

Dua Kecamatan Belum Lengkapi SPj

SEMENTARA itu, tak seluruh kecamatan telah merampungkan SPj isoter. Meski penyaluran anggaran belanja tidak tetap (BTT) sejak Agustus dan dipakai untuk kegiatan isoter. Namun hingga Rabu kemarin (13/10), tercatat ada dua kecamatan yang belum merampungkan SPj.

“Sampai Rabu sore, dari 21 kecamatan masih menyisakan dua kecamatan yang belum melaporkan pertanggungjawaban, yakni Kecamatan Jombang dan Kecamatan Kudu,” terang Kepala Pelaksana BPBD Jombang Abdul Wahab, melalui Stevie Maria Koordinator Operasional BPBD Jombang.

Pepi, sapaan akrabnya menyebut dua kecamatan itu memang terhitung lamban menyelesaikan laporan pertanggungjawaban. Hal itu berkaitan dengan kelengkapan dokumen lain yang masih harus dilengkapi. “Sebenarnya sudah beres, tapi karena ada yang belum lengkap jadi kami kembalikan lagi untuk dilengkapi kembali semua persyaratan,” lanjutnya.

BPBD hanya menerima laporan SPj yang benar-benar rigid dan terbukti dengan dokumen lengkap. “Komponen SPj banyak, pedoman kami misalnya tanda terima uang ada, daftar piketnya ada, baru kami terima,” tambah dia.

Disinggung soal deadline pelaporan yang harusnya dilakukan, pihaknya menyebut tak ada, namun akan terus dikejar. Pihaknya berharap bisa secepatnya. “Mengingat pelaksanaan sudah dilakukan, kan BTT ini untuk 2-31 Agustus,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Jombang telah menyalurkan BTT untuk masing-masing kecamatan senilai total Rp 2.356.326.000. Penyaluran dilakukan melalui BPBD Jombang. Tercatat ada 20 kecamatan yang mendapat besaran BTT sama, yakni Rp 104.152.000. Khusus untuk Kecamatan Jombang mendapat alokasi sebesar Rp. 273.286.000. Dana itu, digunakan untuk pembiayaan isoter selama bulan Agustus, khususnya untuk pembiayaan mamin petugas, insentif petugas jaga dan kebersihan isoter.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP