alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Terdakwa kasus korupsi pupuk bersubsidi Hadirkan Empat Saksi

14 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

MERINGANKAN: Empat saksi yang dihadirkan dua terdakwa ini memberi keterangan yang baik-baik.

MERINGANKAN: Empat saksi yang dihadirkan dua terdakwa ini memberi keterangan yang baik-baik.

Share this      

JOMBANG – Sidang kasus korupsi pupuk bersubsidi kembali dilanjutkan, kemarin Rabu (13/10). Sedikitnya, ada empat saksi yang dihadirkan untuk meringankan dua terdakwa.

“Jadi tadi sidang pemeriksaan empat saksi meringankan, atau saksi a de charge dari terdakwa,” terang Acep Subhan Saepudin Kasipidsus Kejaksaan Negeri Jombang.

Dalam sidang virtual itu, Kuseri mendatangkan dua saksi yang meringankan untuknya. Keduanya merupakan petani padi yang menjadi binaannya dulu, ketika ia masih menjabat sebagai PPL di Kecamatan Mojoagung. “Keduanya menjelaskan tentang proses penyusunan RDKK yang diketahui, menurut mereka proses rapat berjalan. Saksi juga menjelaskan kebaikan terdakwa,” ucapnya.

Baca juga: 31 SD di Jombang Minim Siswa

Namun, Acep menyebut kedua saksi tersebut tidak tahu banyak ketika disinggung soal keberadaan sejumlah petani tebu yang ikut mendapat jatah pupuk. “Mereka hanya tahu proses untuk yang petani padi atau pangan, soal banyaknya petani tebu yang ikut masuk RDKK mereka tidak tahu,” lanjut dia.

Sedangkan terdakwa Solakhudin, juga mendatangkan dua saksi yang meringankan. Keduanya merupakan tetangga terdakwa dan salah satu pengurus KUD setempat. Dalam sidang itu, Acep menyebut saksi tak banyak menyentuh substansi perkara yang disidangkan. “Saksi lebih menerangkan keseharian terdakwa yang orang baik dan bergaul dengan baik sama tetangga dan sebagainya,” ungkapnya.

Sementara saksi yang merupakan pegawai KUD, didatangkan untuk menjelaskan terkait penyaluran pupuk subsidi yang mereka dapat kepada petani. Saksi menjelaskan jika sudah menyalurkan seluruh alokasi pupuk yang didapat kepada para petani terdata. “Tapi kembali lagi saksi tidak tahu kalau ternyata data petani yang dipakai dasar itu sudah dimanipulasi sama terdakwa,” tambah dia.

Usai mendengarkan keempat saksi meringankan, majelis hakim kembali menunda persidangan. Kali ini, sidang lanjutan akan ditunda hingga dua minggu ke depan. “Karena minggu depan libur, sidang dilanjut Rabu nanti (27/10), agendanya pemeriksaan kedua terdakwa,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Solakhudin Ketua KUD Sumber Rejeki Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, penyidik mengendus keterlibatan oknum PPL yang diduga membantu untuk menyimpangkan pupuk bersubdisi. Kuseri mantan koordinator PPL Kecamatan Mojoagung ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus itu, keduanya disebut bekerjasama merekayasa kebutuhan pupuk petani. Modus yang dipakai tersangka dengan memanipulasi rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) petani. Dari hitungan sementara, akibat perbuatannya, memalsukan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi pada 2019 di Kecamatan Mojoagung, negara dirugikan hingga lebih dari Rp 500 juta rupiah.  

Dalam kasus ini, keduanya Khusaeri dijerat dengan pasal pasal 2 ayat dan 3 juncto pasal 18 ayat (1) huruf b Undang Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP