alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Lemparan Meningkat Pesat

14 Oktober 2021, 09: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

TANGGUH: Matnur, atlet difabel asal Jombang saat latihan di Unesa Surabaya (12/10).

TANGGUH: Matnur, atlet difabel asal Jombang saat latihan di Unesa Surabaya (12/10).

Share this      

JOMBANG – Tiga bulan mengikuti pemusatan latihan daerah (Puslatda) Jatim, kemampuan Matnur,50, meningkat pesat. Jarak lemparannya semakin jauh. ’’Alhamdulillah di semua nomor ada peningkatan,’’ kata Sodikul Amin, ketua induk cabang olahraga difabel (NPC) Jombang, kemarin.

Pada pekan paralimpik provinsi (peparprov) Jatim 22-23 Mei di Surabaya, Matnur meraih tiga medali. Emas dari nomor lempar lembing dengan jarak lempar 37,15 meter. Kini lemparan lembingnya sudah 40,20 meter.

Pada peparprov itu, Matnur juga meraih emas dari tolak peluru. Jarak lemparannya 7,27 meter. Kini tolakannya sudah sejauh 8,50 meter.

Baca juga: Niaga Elektronik Ekonomi Digital Bakal Tumbuh Jadi Rp 1.908 T di 2030

Pada peparprov, Matnur juga meraih perak dari nomor lempar cakram. Jarak lemparnya kala itu 18,90 meter. ’’Kini dia sudah bisa melempar cakram sejauh 25,40 meter,’’ terangnya.

Matnur menjalani puslatda di Unesa Surabaya sejak 2 Juli lalu. Puslatda akan berlangsung hingga 31 Oktober. Awal bulan depan dia akan berangkat ke Papua mengikuti pekan paralimpik nasional (peparnas). ’’Peparnas akan dilaksanakan 2-15 November,’’ jelasnya.

Masih ada waktu setengah bulan, Sodikul optimistis hasil latihan Matnur masih bisa terus meningkat. ’’Pelatih menargetkan Matnur minimal dapat medali perak di peparnas,’’ ungkapnya.

Peningkatan Matnur tidak lepas dari motivasinya yang tinggi selama latihan di puslatda. ’’Matnur selalu semangat latihan pagi sore tiap hari,’’ tegasnya. Baik saat latihan fisik di gym maupun teknik di lapangan. Keterbatasan fisik dan usia yang setengah abad tak mengurangi tekadnya untuk meraih hasil terbaik.

Matnur sempat putus asa karena kehilangan tangan kirinya. Warga Dusun Dukuhsemut, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, yang lahir 10 Oktober 1971 itu sudah memiliki satu cucu.

Usai salat Idul Adha, 18 tahun lalu, Matnur bersama sejumlah tetangga berniat menyalakan petasan besar  di depan rumah. Ia tak tahu, jika petasan tersebut akan membawa petaka.

Karena petasan tak kunjung meledak, Matnur mengambilnya. Dia memegangnya dengan tangan kiri. Tiba-tiba, blarrr. Petasan meledak di tangan kirinya.

Telapak tangannya hancur tak berbentuk. Tangannya kirinya harus diamputasi. Sehingga ia hidup dengan tangan kanan saja.

Saat itu, dia bekerja sebagai tukang kayu panggilan untuk membuat  perabotan rumah.

Hanya dengan satu tangan, praktis dia tak bisa lagi bekerja.

Enam bulan lamanya ia terpuruk. Untuk makan ia dibantu sanak saudara. Sempat putus asa dan minder.  

Saat itu, anak sulungnya masih STM. Bungsunya masih berusia tiga bulan.

Dia bingung harus kerja apa.  Dia lantas berpikir untuk balik lagi menjadi tukang kayu. Bulan ketujuh setelah kejadian itu, ia mulai bangkit. Ia membuat pintu serta jendela rumahnya. Usahanya pun berlanjut hingga sekarang.

Sejak muda, Matnur senang olahraga. Dia terkenal garang di lapangan voli. Ia bertanding antar kampung dan klub. Salah satu prestasinya, menjadi juara satu di Banjaragung Bareng 2017.

 Hingga sekarang ia masih aktif voli. Sepuluh bulan lalu, ia dikenalkan dengan Sodikul Amin, ketua NPC Jombang. Dia ditawari main atletik di peparprov Jatim. Dia pun mau. Dia  ingin meraih prestasi hingga level tertinggi.

Setelah belajar enam bulan, dia juara Jatim. Dan kini bersiap tampil di nasional. Matnur mengaku senang dan bangga bisa menjunjung tinggi nama Jombang di Jatim. ’’Kalau juara, hadiahnya buat modal usaha,’’ ucap ayah dua anak ini.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP