alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Upaya Banding JPU Kandas Terkait Tuntutan Hukuman Mati

Pengedar Narkoba Jaringan Internasional

13 Oktober 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DARING: Suasana sidang pembacaan putusan terdakwa Dewangga digelar secara daring, (28/7) lalu.

DARING: Suasana sidang pembacaan putusan terdakwa Dewangga digelar secara daring, (28/7) lalu.

Share this      

JOMBANG – Dewangga Amirus Suhada, 26, alias Hero terdakwa kasus narkoba selamat dari hukuman mati. Itu setelah upaya banding yang dilakukan JPU kandas. Hakim Pengadilan Tinggi Surabaya menguatkan vonis penjara seumur hidup yang dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Jombang kepada pelaku jaringan narkoba internasional asal Desa Mancar, Kecamatan Peterongan ini.

Seperti yang terpantau di laman sipp.pn-jombang.go.id, putusan banding terdakwa Dewangga Amirus Suhada alias Hero ini sudah didok sejak 5 Oktober 2021.

Dalam putusan banding nomor 932/PID.SUS/2021/PT SBY, ketua majelis hakim dari PT Surabaya Budi Susilo memutuskan lima poin amar putusan. Di antaranya, menerima permintaan banding dari penuntut umum, menguatkan putusan PN Jombang tertanggal 28 Juli 2021 yang dimintakan banding.

Baca juga: Ida Qoryati, Guru yang Mengalami Buta Pasca Operasi

Selanjutnya, poin ketiga, memerintahkan agar terdakwa tetap dalam tahanan. Poin empat menetapan pidana yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari lamanya pidana yang dijatuhkan dan membebankan biata perkara kepada terdakwa di dua tingkat peradilan. ”Jadi putusan banding memang sudah keluar, dan hasilnya menguatkan putusan sebelumnya atau tetap dengan hukuman seumur hidup itu,” terang Ahmad Jaya Muhidin, Kasipidum Kejaksaan Negeri Jombang, kemarin.

Kendati sudah mengetahui amar putusan sidang, Jaya menyebut belum menerima salinan putusan dari Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Terkait langkah JPU setelah upaya banding gagal, Ahmad Jaya akan melakukan upaya hukum lanjutan. ”Karena masih sama dengan putusan sebelumnya, ya berarti kita akan naik ke kasasi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Subdit V Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan peredaran sabu-sabu jaringan internasional. Dari penangkapan ini, polisi mengamankan empat pelaku.

Di antaranya, Dewangga Amirus Suhada, 26, alias Hero, Ruchul Amin Marzuki Zakaria alias Jaka, Lalang Aryo Pratama dan Rizky Amanulloh. Keempatnya ditangkap terpisah pada November 2020 lalu.

Lalang dan Rizky, diamankan petugas saat berupaya menyebrang di Seaport Interdiction Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung Selatan(13/11).

Saat ditangkap, keduanya tengah membawa koper berisi 44 bungkus teh hijau merek  Guan Yin Wang. Saat dibuka, ternyata 33 bungkus berisi sabu dengan berat 25 kilogram dan 11 bungkus berisi pil ekstasi seberat 12 kilogram. Keduanya, mengaku membawa barang ini dari Medan atas petunjuk Hero dan Jaka dari Jombang.

Dari hasil pengembangan, polisi berhasil menangkap dua pelaku lain yang mengendalikan mereka dari Jombang, yakni Dewangga Amirus Syuhada alias Hero, warga Desa Mancar, Kecamatan Peterongan dan Ruchul Amin Marzuki Zakaria alias Jaka, warga Kedungmlati, Kecamatan Kesamben (15/11). Dari keterangan yang didapat, keempat orang ini juga dikendalikan orang lain bernama Pablo yang hingga kini masih buron.

Dalam sidang pembacaan tuntutan, Dewangga dituntut JPU hukuman mati karena terbukti jadi dalang peredaran sabu. Sementara Lalang dan Risky dituntut hukuman pidana penjara seumur hidup atas perannya sebagai eksekutor. Sedangkan Jaka yang berperan sebagai perantara, dituntut hukuman pidana penjara 20 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Dalam amar putusannya, mejelis hakim PN Jombang menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup kepada Dewangga.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penutut yang sebelumnya menjatuhkan tuntutan kepada Dewangga hukuman mati. ”Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup,” ucap Anry Widyo Laksono, ketua majelis hakim saat membacakan amar putusannya dari ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jombang, Rabu (28/7).

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP