alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Polres Jombang Dalami Dugaan Penyimpangan Anggaran Isoter

13 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

Share this      

JOMBANG - Dugaan korupsi dalam penyelenggaraan isolasi terpadu (isoter) direspons aparat penegak hukum. Sejumlah camat telah mendapat panggilan dari penyidik kepolisian untuk dimintai keterangan.

"Untuk informasi dugaan korupsi kita sudah monitor,  beberapa laporan juga sudah masuk," terang AKP Teguh Setiawan  Kasatreskrim Polres Jombang, kemarin (12/10). Sejauh ini pihaknya sudah mulai menerjunkan tim dan surat perintah tugas untuk melakukan pulbaket. "Kita tentu akan atensi karena tidak ingin ada penyelewengan di isoter,"  lanjutnya.

Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan pemanggilan kepada sejumlah pihak. "Pasti, kita perlu klarifikasi berkaitan dengan informasi yang masuk,"  tambah dia.

Baca juga: KSAL Yudo Margono Pantau Vaksinasi Santri PPDU Jombang

Pihaknya juga akan menindaklanjuti adanya temuan dugaan korupsi honor insentif penjaga isoter yang terjadi di Kecamatan Megaluh. Temuan tersebut akan dimasukkan dalam daftar laporan. "Ya, kita akan masukkan ke tambahan laporan nanti," tegasnya.

Salah satu pihak yang akan dimintai keterangan dalam waktu dekat adalah Camat Mojowarno. Surat panggilan ini sempat beredar di sejumlah grup pesan singkat. Dalam surat bernomor B/1015/X/RES.1.24./2021/Satreskrim itu Camat Mojowarno dipanggil untuk permintaan dokumen Kamis besok (14/10), menemui dua penyidik tindak pidana korupsi di Polres Jombang.

Dalam surat yang sama, tertera pula adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan wewenang. Disinggung soal kebenaran surat ini Teguh tidak membantah.  Pihaknya memang akan memanggil sejumlah pihak termasuk camat.

"Mereka kita klarifikasi dulu untuk menindaklanjuti laporan yang didapat,"  tambah Teguh. Ia mengindikasikan pemanggilan terkait hal ini tidak hanya kepada satu orang. "Yang jelas nanti akan ada beberapa, saya lupa," tegasnya.

Sementara itu, Arief Hidajat yang sebelumnya menjabat Camat Mojowarno, ketika dikonfirmasi mengaku sudah menerima surat dari kepolisian. Dia bakal kooperatif dengan memenuhi panggilan tersebut. ”Ya benar, sudah kami terima. Tapi sekarang (kemarin, Red) masih belum. Kalau tidak salah Kamis atau kapan itu,” katanya.

Dia mengaku belum tahu persis terkait pemanggilan yang ditujukan kepadanya berkaitan dengan apa saja. ”Dimintai keterangan. Belum tahu apa,” imbuh dia. Meskipun dalam pelantikan kemarin dirinya dimutasi sebagai Camat Gudo, Arief menyebut tetap akan bersikap kooperatif. ”Ya, tetap hadir,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP