alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Smelter Freeport

13 Oktober 2021, 07: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Dampingi Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Smelter Freeport

Share this      

GRESIK – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Jokowi  meresmikan pembangunan instalasi pemurnian dan pengolahan (smelter) PT Freeport Indonesia di Gresik, kemarin (12/10). Smelter ini mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga pertahun.

”Kita dapat laporan smelter yang akan dibangun ini dengan desain single line terbesar di dunia, karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga pertahun,” kata Presiden Jokowi saat peresmian peletakan batu pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.

Dikatakan, Indonesia memiliki cadangan tembaga yang sangat besar, bahkan masuk dalam tujuh negara memiliki cadangan tembaga terbesar di dunia. Potensi kekayaan sumber daya alam tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan menciptakan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Binrohtal 1.263: Berkah Cinta Nabi

Karena itu, dia meminta hilirisasi hasil industri agar Indonesia tidak hanya mendapat manfaat dari sumber daya alam bersifat mentah. ”Jangan sampai kita memilki tambang, konsentrat, tapi hilirisasinya ada di negara lain. Seperti tadi disampaikan Pak Menteri (Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Red) ada di Spanyol dan Jepang, nilai tambahnya berarti yang menikmati mereka,” imbuh Jokowi.

Dia akan memerintahkan setiap perusahaan yang bergerak di sektor tambang untuk melakukan hilirisasi di dalam negeri. Itu dilakukan untuk mengurangi ekspor sumber daya alam mentah. Memberikan nilai tambah serta efek pengganda ekonomi bagi perekonomian domestik, termasuk juga meningkatkan penerimaan bagi negara.

”Saya akan perintah satu persatu, perusahaan apapun, swasta maupun BUMN yang berkaitan dengan tambang minerba untuk masuk ke hilirisasi. Untuk apa? sekali lagi, agar komoditas lebih tinggi nilainya, tidak kirim mentahan,” tegas Jokowi.

Pembangunan smelter ini juga merupakan kebijakan strategis yang diambil setelah pemerintah menguasai 51 persen saham PT Freeport Indonesia. ”Karena sekali lagi kita ingin nilai tambah itu ada di sini,” tutur dia.

Dalam peresmian itu turut hadir Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan para pejabat terkait. (fid/bin)

 

Pemanfaatan Nilai Tambah Tembaga untuk  Kemakmuran Rakyat

 

SEMENTARA itu, untuk mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi di Indonesia, pemerintah melakukan berbagai upaya. Salah satunya, membangun kawasan ekonomi khusus (KEK). Dari 15 KEK yang ditetapkan, komitmen pelaku usaha sebesar Rp 64,4 triliun dan realisasi investasi pelaku usaha dan badan usaha mencapai Rp 43 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam laporannya di hadapan Presiden Jokowi menyampaikan,  terdapat total 150 jumlah perusahaan di KEK dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi 22.279 tenaga kerja. Selain itu, KEK telah berhasil membantu pertumbuhan nilai ekspor sebesar Rp 3,8 triliun.

Saat ini, di Indonesia terdapat 19 KEK. Adapun KEK di Gresik adalah salah satu dari 4 KEK tambahan. Saat ini komitmen investasi di 19 KEK berkembang menjadi Rp 92,9 triliun dengan realisasi investasi pelaku usaha dan badan usaha mencapai Rp 54,6 triliun. Investasi tersebut berasal dari penambahan jumlah pelaku usaha di KEK, menjadi 167 pelaku usaha yang telah meningkatkan jumlah lapangan kerja menjadi 27.090 orang.

KEK Gresik ditetapkan 28 Juni 2021 melalui Peraturan Pemerintah No 71 Tahun 2021. KEK ini memilki lahan luas 2.167 hektare dengan target nilai investasi dalam 5 tahun pertama sebesar Rp 71 triliun.

Kegiatan utama dari KEK Gresik meliputi Industri Metal (Smelter), Industri Elektronik, Industri Kimia, Industri Energi dan Logistik. PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan anchor tenant KEK Gresik dengan investasi pembangunan smelter mencapai Rp 42 triliun dengan off takers ekspor maupun domestik. Kapasitas smelter yang dibangun ini nanti mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga pertahun dan ini merupakan kapasitas single line terbesar di dunia.

”Hal tersebut tentu saja nanti akan memberikan kontribusi positif terhadap nilai ekspor lndonesia maupun substitusi impor,” ujar Menko Airlangga Hartarto. Dengan pembangunan smelter di dalam negeri, akan menciptakan lapangan kerja 40.000 orang pada masa konstruksi hingga 2024 nanti.

Hal itu seiring dengan upaya pemerintah yang terus mendorong pengembangan industri hilir tembaga agar memiliki nilai tambah bagi negara. ”Dengan adanya hilirisasi ini kita ingin sebisa mungkin memberikan dampak. Meningkatkan nilai tambah, lapangan kerja, dan kemandirian. Untuk itu mohon dukungan dari Bapak Menteri Perindustrian, untuk segera menciptakan hilirisasi industri turunan dari smelter dan Precious Metals Refinery sehingga ada off taker industri dalam negeri,” imbuh Airlangga.

Kewajiban hilirisasi nilai tambah tembaga adalah amanah dari Undang Undang No 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi cadangan tembaga yang sangat besar.

Keberadaan PTFI sendiri diharapkan akan menjadi daya tarik bagi industri turunan tembaga dan industri lain untuk berinvestasi di KEK Gresik. Tetapi untuk dapat mewujudkannya, tentu membutuhkan sinergi dan dukungan dari Kementerian terkait.

Menko Airlangga meminta dukungan terkait fasilitas di KEK Gresik kepada para menteri yang hadir. ”Menteri ESDM mohon dukungan terkait penyediaan air, listrik dan gas yang kompetitif di KEK, Menteri BUMN untuk mendorong BUMN (MIND ID sebagai holding) agar merealisasikan investasi smelter dan PMR di KEK Gresik, Menteri PUPR untuk mendukung penyediaan air bersih dan konektivitas jalan tol, Menteri Investasi untuk mendukung perizinan dan pemberian insentif tax holiday dan tax allowance,” tuturnya.

Menko Airlangga juga berharap transportasi di Gresik semakin optimal. ”Kepada Bapak Menteri Perhubungan, mohon dapat mendukung KEK Gresik melalui pengembangan pelabuhan dan konektivitas kereta api,” sambung dia.

KEK Gresik terintegrasi langsung dengan pelabuhan laut yang telah diperlebar dan diperpanjang menjadi 1.000 meter x 50 meter. Pelabuhan laut ini akan dilengkapi dengan beberapa dermaga serta beberapa fasilitas pendukung, dan akan sangat signifikan dalam meminimalkan biaya logistik.

Pelabuhan di KEK Gresik berkapasitas hingga 200 ribu DWT. Dengan dermaga yang akan diperdalam menjadi 16 LWS untuk dapat melayani bongkar muat kapal-kapal besar, akan berpotensi menjadikan pelabuhan di KEK Gresik ini sebagai hub strategis di Indonesia.

Pemerintah akan senantiasa mendukung berbagai langkah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan KEK di Indonesia. Termasuk di antaranya melalui kebijakan fiskal yang kondusif bagi dinamika investasi, komitmen pemerintah untuk mendorong adanya konektivitas industri antar KEK dengan membangun akses-akses infrastruktur di KEK dan wilayah sekitarnya. Pemerintah yang memfokuskan diri membangun ketersediaan sumber daya manusia di setiap wilayah dimana KEK berada.

Setelah melaksanakan Ground Breaking KEK Gresik, Menko Airlangga kemudian menyerahkan Peraturan Pemerintah Penetapan KEK Gresik dan SK Penetapan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Gresik kepada Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera Bambang Soetiono Soediyanto di kantor pemasaran Java Industrial Integrated and Ports Estate (JIIPE) Gresik.

Turut hadir pula pimpinan dan anggota DPR RI Komisi VII, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK Wahyu Utomo, Dirjen KPAII Eko Cahyanto, Plt Sekretaris Dewan Nasional KEK Elen Setiadi, Wakil Ketua II Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK I Gusti Putu Suryawirawan, dan Staf Khusus Menko Perekonomian Raden Pardede.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP