alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Binrohtal 1.263: Berkah Cinta Nabi

13 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Ustad Yusuf Hidayat Alhafidz

Ustad Yusuf Hidayat Alhafidz

Share this      

Saat ngaji usai salat Duhur di Polres Jombang, Selasa (12/10), Pengasuh Pesantren Hidayatul Quran Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafid, menjelaskan pentingnya cinta Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. ’’Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu,’’ tuturnya mengutip QS Ali Imron 31.

Alkisah, ada orang terbelit  banyak hutang. Dia menjumpai saudagar kaya dan meminjam uang 500 dinar. Dia lantas menggunakan uang tadi untuk melunasi hutang lama.

Saat jatuh tempo, si saudagar mendatangi rumahnya untuk menagih.  Si miskin tak mampu membayarnya hingga dibawa ke pengadilan.

Baca juga: 2.744 Siswa SMK di Jombang Terima PIP

Di pengadilan, Hakim bertanya: Mengapa anda tidak membayar hutang?

Dia menjawab; Demi Allah saya tidak memiliki apa-apa tuan.

Hakim hendak memvonisnya dengan hukuman penjara sampai ia bisa melunasi hutangnya.

Si miskin bangkit dan berkata: Wahai tuan Hakim, berilah saya waktu untuk hari ini saja. Saya hendak pulang ke rumah untuk berjumpa keluarga dan mengabarkan hukuman ini sekalian berpamitan dengan mereka. setelah itu saya akan langsung kembali untuk menjalani hukuman penjara.

Hakim pun bertanya: Apa jaminannya kau akan kembali besok?

Lelaki itu terdiam, tapi seolah mendapat ilham di benaknya. ’’Rasulullah Muhammad SAW jaminanku, wahai tuan Hakim,’’ ucapnya. Jika dia besok tak kembali, maka bukan termasuk umat Rasulullah SAW.

Sang Hakim tersentak diam, ia sadar betapa bahayanya jaminan itu jika si miskin bohong.

Hakim berfikir sejenak lalu memilih untuk percaya demi Rasulullah SAW. Hukuman pun ditunda sampai besok.

Tiba di rumah, si miskin mengabarkan kondisinya kepada istrinya, esok akan dipenjara.

Istrinya bertanya: Kok sekarang engkau bisa bebas? ’’Aku menaruh nama Rasulullah SAW sebagai jaminanku.’’

Air hangat menetes dari mata istrinya. Ia berkata pada suaminya; Jika nama Rasulullah SAWyang menjadi jaminan bagimu, maka mari kita bershalawat. Keduanya pun bersalawat kepada Rasulullah  SAW dengan rasa cinta dan ketulusan yang mendalam hingga mereka tertidur.

Dalam tidurnya mereka bermimpi melihat Rasulullah SAW. Beliau memanggil nama si miskin seraya berkata; Hai fulan jika telah terbit fajar pergilah ke tempat Alim fulan.

Sampaikan salamku padanya dan mintalah supaya ia menyelesaikan hutang piutangmu.

Jika Alim itu tidak percaya maka sampaikan dua bukti ini.

Katakan padanya, dimalam pertama ia sudah membaca salawat untukku 1.000 kali. Di malam terakhir dia telah ragu dalam jumlah bilangan salawat yang dibacanya. Sampaikan padanya, ia telah menyempurnakan salawatnya.

Seketika si miskin terbangun dan terkejut. Tanpa ragu, setelah subuh, ia pergi menuju rumah sang Alim dan berjumpa dengannya. Tanpa buang waktu si miskin menyampaikan mimpinya,

’’Wahai tuan, Rasulullah Muhammad SAW telah menitipkan salam untukmu dan meminta agar engkau sudi menyelesaikan hutang piutangku.’’

Alim bertanya, apa bukti dari kebenaran mimpimu itu ? Kata baginda Nabi, di malam pertama engkau telah bersalawat sebanyak 1.000 kali dan di malam terakhir anda tertidur dalam keadaan ragu dengan jumlah bilangan salawat yang telah anda baca.

’’Rasulullah SAW mengatakan, hitungan salawat anda telah sempurna, dan salawat anda telah diterima olehnya."

Mendengar itu, si Alim spontan menangis karena berita gembira salawatnya diterima Rasulallah SAW. Si Alim lantas tersebut memberi uang 500 dinar ntuk melunasi hutang si miskin dan 2.500 dari harta pribadinya untuk si miskin sebagai tanda terima kasih atas berita gembira yang disampaikan.

Dengan dana itu si miskin langsung bergegas pergi ke Hakim untuk menyelesaikan perkaranya.

Tiba di pengadilan, si Hakim bangkit dari kursinya menyambut si miskin seakan sudah rindu.

Dengan senyum lebar sang Hakim memanggilnya seraya berkata: Kemarilah, berkat kamu aku mimpi berjumpa Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW telah berpesan kepadaku, jika aku menyelesaikan hutangmu, maka kelak Rasulullah SAW akan menyelesaikan perkaraku di akhirat. ’’Ini uang 500 dinar untuk lunasi hutang-hutangmu.’’

Belum juga Hakim selesai bicara, tiba-tiba pintu ada yang mengetuk. Ketika dibuka, ternyata saudagar penagih hutang. Dia langsung memeluk si miskin dan menciumnya sembari berucap; Berkat anda saya mimpi berjumpa Rasulullah. Beliau berkata padaku jika aku merelakan hutangmu maka kelak di hari kiamat,Rasulullah SAW akan merelakan segala tanggunganku. ’’Dan ini uang 500 dinar hadiah untuk anda dan hutangmu lunas.’’

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP