alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Student Journalism: Tata Krama Berteman

13 Oktober 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Oleh Nuryah Kanza Zaahiroh, kelas 8 A SMP Islam Mbah Bolong, Watugaluh, Diwek

Oleh Nuryah Kanza Zaahiroh, kelas 8 A SMP Islam Mbah Bolong, Watugaluh, Diwek

Share this      

Sabtu (18/9) di aula Pondok Pesantren Putri Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, KH Nurhadi (Mbah Bolong) selaku pengasuh menyampaikan tata krama berteman. ’’Tata krama berteman ada enam,’’ tuturnya.

Pertama, lebih mementingkan teman dari pada harta. Dalam kitab Maroqil Ubudiyah dijelaskan, orang yang mencintai diri dan hartanya, tidak mencintai saudara dan teman, termasuk munafik.

Kedua, membantu teman yang sedang kesusahan meski dia tidak minta bantuan. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang menghilangkan kesusahan orang lain, kelak di akhirat kesusahannya akan dihilangkan oleh Allah SWT.

Baca juga: Heny Sulistyowati: Wanita Harus Berpendidikan

Ketiga, menutup aib teman. . Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang menutup aib orang lain, kelak di akhirat aibnya akan ditutup oleh Allah SWT.

Keempat, memberikan kabar yang positif. ’’Jika ingin melihat teman kita bahagia, maka berilah kabar yang baik,’’ saran Mbah Bolong.

Kelima, mendengarkan teman yang sedang berbicara dengan seksama. Keenam, panggil dia dengan nama yang disukai. ’’Jangan sampai memanggil teman dengan panggilan yang jelek atau yang tidak disukai,’’ ungkapnya.

Ketika berjumpa teman, ucapkan salam. Jika teman silarurahmi, persilahkan duduk dan beri suguhan. Jika teman ingin berdiri, bantu berdiri. Ucapkan salam lagi ketika hendak berpisah.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP