alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh
Waket 1 Bidang Akademik STKIP PGRI Jombang

Heny Sulistyowati: Wanita Harus Berpendidikan

13 Oktober 2021, 07: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Dr Heny Sulistyowati M Hum, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STKIP PGRI Jombang

Dr Heny Sulistyowati M Hum, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STKIP PGRI Jombang

Share this      

WANITA harus berpendidikan, karena ibu adalah madrasah pertama sekaligus cinta pertama bagi seorang anak. Begitulah pentingnya pendidikan menurut Dr Heny Sulistyowati M Hum, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STKIP PGRI Jombang.

”Pendidikan itu sangat penting. Pendidikan harus ditanamkan sejak anak masih dalam kandungan,” ungkap dosen senior di STKIP PGRI Jombang ini.

Wanita asal Desa Losari, Kecamatan Ploso sudah mengabdikan diri di STKIP Jombang sejak 1991. Banyak mata kuliah yang dia ampu, mulai dari Problematika Bahasa, Psiko Linguistik dan Sosio Linguistik untuk mahasiswa jenjang S1. Dan Antropolinguitik, Linguistik Terapan, serta Sosio Pragmatik untuk mahasiswa S2.

Baca juga: Pelaku Pencabulan di Mojowarno Juga Segera Dilimpah

Karir sukses Heny di dunia pendidikan direngkuh dengan perjuangan keras. Pada 1999, saat itu Heny masih harus rela bolak-balik dua minggu sekali Bandung - Jombang untuk menyelesaikan studi S2 di Universitas Padjajaran Bandung.

Selain itu, yang menjadikannya berat, ia harus rela untuk beberapa saat jauh dari anak semata wayangnya yang saat itu masih berusia sekitar empat tahun. ”Karena dosen dituntut untuk mengembangkan SDM, kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Meski perjuangannya luar biasa, dengan jarak tempuh sejauh itu, saya pulang dua minggu sekali, untuk menjalani peran sebagai sekarang ibu dan seorang dosen,” katanya.

Saat itu ia beruntung mendapatkan program transfer khusus. Heny mengatakan, wanita karir harus pandai membagi waktu, antara urusan rumah tangga, dan tanggung jawabnya sebagai pengajar. Sehingga balita yang ia asuh tetap dapat perhatian maksimal, namun pengabdian di kampus juga tak terabaikan.

Dukungan suami tak kalah penting. Saat ia menempuh pendidikan S2 di Bandung, peran ibu digantikan sementara dengan suaminya. Suaminya, Agung Kusdarmadji, SE, SPd harus sigap memberikan pendampingan belajar kepada putra tunggalnya, drh Bagus Aditya Kuswardhana.

Ibarat pohon jatuh tak jauh dari pohonnya. Putra tunggal Heny juga memiliki prestasi yang gemilang. Sejak SD setiap tahun sudah menjadi bintang kelas, dan ketika lulus menjadi peraih nilai terbaik se Kabupaten Jombang. ”Alhamdulillah meskipun tunggal tapi tidak manja. Sekarang lagi S2 di Universitas Airlangga,” katanya.

Sementara itu, perjalanan karir Heny juga penuh perjuangan dan keberuntungan. Saat menempuh pendidikan S3 di Universitas Negeri Malang Fakultas Pendidikan Bahasa Indonesia, Heny mendapatkan kesempatan yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Yaitu, menjadi seorang peneliti.

Pada 2007, kesempatan pertamanya mendapatkan pendanaan penelitian hibah dari Dikti. Di tahun-tahun berikutnya ia selalu dapat. ”Alhamdulillah selalu berhasil mendapatkan hibah penelitian dari DPRM Dikti. Terakhir 2020 saya juga mendapatkan hibah Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) juga saya dapatkan,” ungkapnya.

Ada banyak penelitian yang sudah ia lakukan, seperti penelitian dosen muda, penelitian kajian wanita, penelitian hibah bersaing, penelitian fundamental, penelitian hibah doktor, penelitian Stranas, penelitian dasar unggulan perguruan tinggi. ”Karena masa penelitian itu dua tahun, keluaran penelitian ada yang jadi buku, ada yang diseminarkan dalam seminar internasional ada yang artikel,” jelasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP