alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Hampir 3.000 Hektare Lahan di Jombang Alami Serangan Hama Tikus

12 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Plt Kepala Disperta Jombang Ilham Hero Koentjoro

Plt Kepala Disperta Jombang Ilham Hero Koentjoro

Share this      

JOMBANG – Serangan hama tikus maupun hama wereng di Kabupaten Jombang masih masif. Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang mencatat ada sekitar 2.920 hektare terserang hama tikus dan 415 hektare lahan terserang hama wereng.

Plt Kepala Disperta Jombang Ilham Hero Koentjoro menerangkan, memang saat ini hama tikus maupun wereng di Kabupaten Jombang masih ada. Kendati demikian, beberapa upaya juga sudah dilakukan untuk menekan hama tikus dan wereng. ”Bebagai upaya sudah kami lakukan dengan memberikan bantuan obat-obatan, gropyokan dan mendirikan rubuha (rumah burung hantu),” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Dirinya menyebutkan, upaya yang dilakukan secara bertahap membuahkan hasil. Ilham menyebut terjadi penurunan luasan serangan hama tikus. Pada tahun 2019 seluas 3.328,18 hektare sawah yang terserang. Selanjutnya 2020 mengalami penurunan sebesar 1.211,59 hektare. ”Tahun ini kami gerakan pengendalian untuk upaya preventif dan kuratif serangan tikus seluas 2.920 hektare dan wereng seluas 415 hektare,” katanya.

Baca juga: Binrohtal 1.262: Keistimewaan Rabiul Awal

Ilham mengungkapkan, daerah yang berpotensi paling banyak terjadi serangan hama tikus dan sudah dilakukan pengendalian di antaranya, Kecamatan Jombang, Gudo, Perak, Mojowarno,  Ngoro, Peterongan, Kudu, Mojoagung, Sumobito, Plandaan, Bandarkedungmulyo dan Kecamatan Ploso.

Sedangkan daerah yang berpotensi serangan hama wereng di antaranya, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, Megaluh, Peterongan, Ploso, Jogoroto, Diwek, Gudo, Perak, Mojowarno, Mojoagung, Ngoro, Plandaan, Sumobito dan Kecamatan Bareng. ” Diharapkan dengan langkah-langkah upaya preventif dan kuratif yang dilakukan, dapat menekan dampak kegagalan panen oleh petani,” pungkas Ilham.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah petani jagung di Dusun Tejo Utara, Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung mengeluhkan serangan hama tikus. Sedikitnya ada sekitar 6 hektare lahan warga rusak akibat serangan hewan pengerat ini. Sebagian petani bahkan sudah mulai menyerah alias pasrah gagal panen.

Pantauan di lokasi, tampak di sejumlah petak sawah kondisi tanaman jagung petani rusak parah. Sebagian malah sudah dibiarkan alias tak diurus lagi. ”Itu kena hama tikus, pemiliknya kayaknya sudah menyerah, jadi nggak diurusi lagi,” terang Sugeng, salah satu petani sekitar.

Dikatakan, serangan hama tikus masif menyerang tanaman jagung petani, khususnya di Dusun Tejo Selatan. ”Saya lihat hampir merata kena. Serangannya sudah sejak awal tanam dulu,” bebernya.

Hari, petani lainnya menambahkan, serangan hama ini sudah terjadi sejak lama, khususnya selama tiga tahun terakhir. Bahkan, selama tiga tahun terakhir tak jarang petani di sini mengalami gagal panen saat menanam jagung. ”Ya tetap hama tikus dari dulu itu. Sudah tiga tahun terakhir ini terserang hama tikus,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Diungkapkannya, melihat kondisinya, sedikitnya ada 6 hektare tanaman jagung petani petani terancam gagal panen. Jumlah tersebut diprediksi akan terus meluas jika hama tikus tak segera ditanggulangi. ”Kalau tanam jagung seperti ini tidak ada harapan untuk panen. Kalau tanam padi seperti masa tanam satu dua kemarin masih ada harapan untuk panen meski hasilnya kurang maksimal,” katanya.

(jo/yan/jif/JPR)

 TOP