alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
Pembuatan Lampu Hias Berbahan Pipa Bekas

Motif Kaligrafi Paling Disukai, Dikirim Hingga Luar Kota

12 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

KREATIF:  Slamet Harianto, 42 membuat lampu hias berbahan pipa PVC di Dusun/Desa Kedawong, Kecamatan Diwek kemarin.

KREATIF: Slamet Harianto, 42 membuat lampu hias berbahan pipa PVC di Dusun/Desa Kedawong, Kecamatan Diwek kemarin.

Share this      

Pandemi Covid-19 membuat Slamet Harianto, 42, warga Dusun/Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang kehilangan pekerjaannya sebagai pekerja proyek. Kini, ia menafkahi keluarganya dengan memanfaatkan pipa bekas jadi  kerajinan bernilai ekonomis. Seperti apa?

ANGGI FRIDIANTO, Diwek

SUARA alat ukir mendengung di sebuah rumah sederhana RT 4 RW 2 Dusun/Desa Kedawon, siang kemarin (11/10). Beberapa hiasan lampu berjajar rapi di sebelah pria berbaju orange itu. Lantas dengan hati-hati, ia mengambil pipa PVC bekas dan mengukirnya dengan motif kaligrafi.

Baca juga: Minta Inspektorat Jombang Turut Mengawasi

”Ini bisa dijadikan lampu hias atau lampu kamar tidur,’’ celetuk Slamet Harianto, 42. Dengan ditemani ocehan burung perkutut, ia kemudian mengulangi aktifitas mengukir sejumlah pipa yang sudah disiapkan. Untuk menambah kesan artistik, pria berkacamata hitam ini lantas menyemprotkan cat.

”Saya dulu kerja di proyek di salah satu kontraktor. Namun karena pandemi, upah saya jadi tidak lancar,’’ curhatnya. Akibat pagebluk Covid-19 yang tak kunjung berakhir, Slamet memilih pulang kampung dan resign dari tempat kerja. Ia sempat menganggur beberapa bulan.

Hingga kemudian, tercetus ide untuk membuat lampu hias. Maklum, bapak dua anak ini sejak dulu punya skil mengukir. Baginya, bukan hal sulit untuk memulai kembali bakat yang sudah lama ia tinggalkan. ”Ya, awalnya agak kaku, tapi lama-lama jadi terbiasa,’’ papar dia.

Pelan tapi pasti, kini Slamet bisa membuat berbagai macam model lampu hias dengan motif ukiran kaligrafi. Motif itu, paling banyak disukai pembeli. “Ada juga motif abstrak dan minimalis. Tapi ini yang paling disukai,’’ tambahnya sambil menunjuk motif kaligrafi.

Untuk bahan dasar, ia membeli secara kiloan di pasar loak Mojoagung. Setelah itu, pipa-pipa tersebut ia poles menggunakan amplas agar kembali bersih. Sebelum diukir dengan alat ukir listrik, terlebih dulu dicetak motif dengan obat nyamuk oles, serta gambar kaligrafi yang dicetak di sebuah kertas ukuran A4. ”Baru kita ukir pelan-pelan,’’ papar dia.

Setelah ukiran selesai, Slamet menambahkan sentuhan warna agar tampilannya lebih jreng saat terkena sinar lampu. Ia juga menambahkan tutup yang terbuat dari ukiran pipa agar terkesan menarik dan berseni. ”Untuk lampu hias panjang sekitar 25 centimeter saya jual Rp 85 ribu. Ada juga ukuran jumbo menggunakan pipa ukuran 4 dim saya jual Rp 250 ribu,’’ jelasnya.

Ia memandang, bukan soal ukuran saja yang membuat harga jual kreasi pipa bekasnya lebih mahal. Lebih dari itu, tingkat kerumitan kaligrafi yang dibuat. ”Motif memang sangat memengaruhi harga,’’ pungkas dia.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP