alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Student Journalism: Hiasan 8 Perkara

12 Oktober 2021, 08: 20: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Oleh Muhammad Zaky Alfadani, kelas 12 Reguler APHP SMK Islam Mbah Bolong, Watugaluh, Diwek

Oleh Muhammad Zaky Alfadani, kelas 12 Reguler APHP SMK Islam Mbah Bolong, Watugaluh, Diwek

Share this      

Saat ngaji rutinan di musala PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, Selasa (28/9) malam, KH Nurhadi (Mbah Bolong), selaku pengasuh menyampaikan nasehat Abu Bakar Assiddiq. ’’Ada delapan perkara yang menghiasai delapan perkara,’’ tuturnya.

Pertama, mencegah diri dari meminta-minta adalah perhiasan bagi orang fakir. Orang fakir akan mulia jika bisa mensyukuri apa yang dimiliki. Serta tidak meminta-minta.

Kedua, bersyukur kepada Allah merupakan perhiasan bagi nikmat. Syukur akan membuat nikmat awet. Serta mendatangkan nikmat yang mestinya tidak kita terima.

Baca juga: Berikan Pelayanan Kesehatan Hewan hingga Daerah Terpencil

Ketiga, sabar adalah perhiasan dari balak dan musibah. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sabar itu penutup dari beberapa kesusahan dan pertolongan dari beberapa musibah.

Keempat, tawaduk adalah perhiasan bagi kemuliaan. Tanda orang tawaduk yakni tidak memperlihatkan kelebihan. Serta mau mendengarkan siapapun.

Kelima, bijaksana adalah perhiasan bagi ilmu. Seseorang akan terlihat ilmunya jika bersikap bijaksana.

Keenam, rendah hati adalah perhiasan bagi penuntut ilmu. Agar ilmu mudah masuk, pelajar tak boleh sombong dan meremehkan orang lain.

Ketujuh,  tidak mengungkit-ungkit pemberian adalah perhiasan bagi kebaikan. Sebab mengungkit kebaikan bisa menghapus pahala.

Kedelapan, khusyuk adalah perhiasan bagi salat.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP