alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Renungan Minggu 59: Tetap Tenang

10 Oktober 2021, 17: 51: 53 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Renungan Minggu 59, Tetap Tenang, berita jombang, PENDETA GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh

Renungan Minggu 59, Tetap Tenang, berita jombang, PENDETA GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh

Share this      

PENDETA GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya tetap tenang bersama Tuhan dalam kondisi apapun. ’’Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab Tuhan telah berbuat baik kepadamu,’’ tuturnya mengutip Mazmur 116:7.

Ada banyak orang mengeluh susah tidur di malam hari.  Kedengarannya memang agak lucu karena tidur itu suatu pekerjaan yang paling mudah dilakukan. Tapi realitanya ada banyak orang yang susah tidur. Itulah faktanya! Penyakit sulit tidur disebut insomnia: ketidakmampuan seseorang untuk tidur selama periode yang seharusnya. Di saat orang lain biasanya tidur dengan lelap.

Ada beberapa sebab seseorang mengalami gangguan sulit tidur atau insomnia. Salah satunya faktor psikis yaitu stres, karena persoalan yang berat. Sebenarnya stres itu sudah menjadi bagian hidup manusia sejak dulu. Apalagi di masa-masa sekarang ini ketika hidup terasa lebih berat karena masalah-masalah yang ada.

Baca juga: Binrohtal 1.261: Meneladani Perjuangan Rasulullah

Banyak orang menjadi mudah stres. Salah satu tanda stres adalah gelisah yang berlebihan. Gelisah berarti tidak tenteram, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar lagi menanti, cemas. Daud pernah mengalaminya karena terus dikejar-kejar oleh Saul yang berusaha membunuhnya.

"Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku?"  (Mazmur 42:6). Firman Tuhan dalam kitab Pengkhotbah menyatakan, ketenangan hidup lebih dari apa pun, tak bisa dinilai dengan uang. Hidup tenang itu adalah dambaan semua manusia. Apalah artinya punya harta melimpah tapi hidup dalam kegelisahan dan ketidaktenangan setiap hari? "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin."

Bagaimanapun juga masalah dan penderitaan adalah bagian dari hidup manusia. Karena tak ada manusia di bumi ini yang tidak pernah berhadapan dengan masalah. Tetapi tetap tenang dan tidak gelisah adalah sebuah keputusan dan pilihan hidup.

Jika kita mau mempercayakan hidup dan menyerahkan semua persoalan kepada Tuhan, kita tidak akan gelisah dan tetap tenang dalam menjalani hidup ini. Sebab kita percaya, bahwa "...Tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan. Pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;"  (Yesaya 59:1).

Bagaimana bisa terbebas dari stres dan mendapat ketenangan hidup? Mungkinkah  bisa tenang saat menghadapi persoalan? Kedekatan kita kepada Tuhan adalah kunci untuk mengalami ketenangan hidup, sebab di dalam-Nya ada pengharapan.

"Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku." Mazmur 62:6.

’’Tuhan Yesus memberkati,’’ pungkasnya.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP