alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Dinas P & K Kabupaten Jombang Lakukan Pendampingan Ekskavasi

10 Oktober 2021, 17: 46: 50 WIB | editor : Rojiful Mamduh

MASIH DIGALI: Proses ekskavasi situs Watukucur di Dusun Penanggalan, Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung kemarin.

MASIH DIGALI: Proses ekskavasi situs Watukucur di Dusun Penanggalan, Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung kemarin.

Share this      

JOMBANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang sebatas melakukan pendampingan ekskavasi Situs Watukucur di Dusun Penanggalan, Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Kepala Dinas P dan K Agus Purnomo menyampaikan, timnya sudah turun untuk melakukan pendampingan terhadap ekskavasi situs Watukucur. ”Ternyata banyak sekali peninggalan Majapahit yang masuk wilayah Jombang. Tim kami sudah turun  meninjau kemarin,’’ ujar Kepala Dinas P dan K Agus Purnomo, melalui Iswahyudi Hidayat Kasi Cagar Budaya dan Permusiuman.

Untuk sementara, pihaknya melakukan pendampingan serta memfasilitasi kegiatan BPBC dalam melaksanakan ekskavasi. ”Nanti kita akan terus koordinasi dengan BPBC. Namun yang jelas kita mendukung upaya ekskavasi penyelamatan situs ini,’’ tambahnya.

Baca juga: Nyalakan Lilin, Rumah di Jombang Nyaris Ludes

Sejauh ini, memang belum ada anggaran yang disiapkan untuk ekskavasi temuan situs maupun cagar budaya yang ada di Jombang. Baru tahun depan diperkirakan dapat dilaksanakan, jika usulan di dalam APBD 2022 diterima. ”Tahun depan Insya Allah sudah kita usulkan. Tapi kepastiannya menunggu setelah APBD 2022 di-dok,’’ papar dia.

Dijelaskan, beberapa hari lalu BPBC dan Dinas P dan K sudah melakukan peninjauan di enam temuan struktur diduga cagar budaya. Dari enam lokasi yang ditinjau, ada dua lokasi yang diusulkan layak dilakukan ekskavasi. Yakni struktur Kedaton di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek dan struktur Menganto di Kecamatan Mojowarno. ”Anggaran kami usulkan sekitar Rp 200 juta,’’ bebernya.

Meski begitu, ia masih perlu memelajari lebih lanjut mengenai rencana ekskavasi tersebut. Sebab, rekomendasi secara tertulis dari BPCB belum turun. ”Yang penting kita cantolkan dulu anggarannya, masalah nanti diperbolehkan atau tidak, kita siapkan dulu,’’ pungkas Iswahyudi.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP