alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Mie dan Nasi Goreng Jawa ala Warung Jula Juli di Jombang

Irisan Daging Ayam Jago dan Udang

09 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

GURIH: Mie goreng ala warung Jula Juli dilengkapi daging ayam jago dan bumbu olahan sehingga menjadikan rasa gurihnya semakin nendang.

GURIH: Mie goreng ala warung Jula Juli dilengkapi daging ayam jago dan bumbu olahan sehingga menjadikan rasa gurihnya semakin nendang.

Share this      

JOMBANG – Banyak pilihan menu nasi dan mie goreng jawa di Jombang. Salah satu yang patut dicoba, adalah olahan nasi dan mie goreng jawa di  warung Jula-Juli Bung Tomo. Menggunakan resep yang sudah dipertahankan sejak 1960-an, sajian makanan di warung ini siap memanjakan lidah pembeli meski tak menggunakan bumbu buatan pabrik.

Lokasi warung ini, tak jauh dari Taman Ringincontong. Dari perwajahannya, warung Jula Juli Bung Tomo sederhana. Atapnya memanfaatkan tenda dengan beberapa kursi di ruangan terbuka. Hanya terpal yang menutup bagian depan warung ini.

Aroma sedap rempah, langsung menyeruak ketika memasuki warung ini. Maklum saja, seluruh olahan nasi dan mie goreng di warung ini memang tak menggunakan bumbu olahan pabrik. ”Hampir semuanya dibuat sendiri, kecuali kecap asinnya saja,” ucap Utomo, 55, pemilik warung ini.

Baca juga: DPRD Gelar Paripurna Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi

Nasi goreng Jawa dan mie buatan Utomo menggunakan resep bumbu warisan yang ia dapat dari mertuanya. Warung yang ia buka sejak 2012 itu memang cabang dari warung milik mertuanya di Surabaya. ”Kalau awalnya sudah dari 1962, cuma kalau di Jombang ini saya buka setelah saya pulang kampung, tapi resepnya sama,” ucap warga asli Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh ini.

Penampakan nasi dan mie goreng jawa memang berbeda dengan mie dan nasi goreng biasa. Karena tak menggunakan saos tomat, penampilannya nampak lebih kecoklatan karena dominan menggunakan kecap. Yang berbeda, bumbu jawa yang dipakainya itu menggunakan resep dasar udang.

Rasanya juga cenderung lebih kalem tidak tajam seperti nasi dan mie goreng yang menggunakan bumbu botolan. Namun, urusan rasa siap diadu. Campuran bahan-bahan rempah menjadi identitas tersendiri bagi makanan olahan Utomo. Seluruh makanan disajikan lengkap dengan bawang goreng, irisan telur rebus dan ayam suwir. ”Ayamnya juga beda, saya hanya menggunakan ayam jago, jadi dagingnya lebih keset dan enak,” lontarnya.

Utomobiasa membuka warungnya sejak pukul 17.00 hingga 22.00 setiap harinya. Untuk menikmati sajian yang gurih dan mengenyangkan ini, ia pun mematok harga yang cukup ekonomis. ”Kalau harganya Rp 15 ribu per porsinya,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP