alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Spirit Karate 33: Karateka Fokus Temukan Kesejatian

09 Oktober 2021, 09: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

TELADAN: Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno bersama Ketua PMI Jombang Soeharto.

TELADAN: Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno bersama Ketua PMI Jombang Soeharto.

Share this      

Ada 36 strategi yang umumnya digunakan dalam peperangan. Kita akan mengulasnya satu per satu dengan kacamata nijukun (20 ajaran karate), dojokun (lima sumpah karate) dan tujuh etika bushido. ’’Strategi pertama yakni perdaya langit untuk melewati Samudra,’’ kata Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno,61, kemarin.

Strategi ini mengajarkan, bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh, anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi dengan aktivitas biasa sehari-hari.

’’Strategi ini banyak digunakan di lapangan,’’ kata anggota dewan guru Inkanas nasional ini. Mendorong seseorang bermuka dua. Yang ditampakkan dan yang disimpan dalam hatinya tidak sama. Ibarat ular, menunggu orang lain lengah kemudian mamatuk. Ibarat kucing, menunggu tuan rumah lengah kemudian mencuri ikan di meja.

Baca juga: Binrohtal 1.260: Hikmah Cinta Nabi

’’Karateka tidak diajarkan seperti itu,’’ tegas pemegang sabuk hitam karate Dan VII ini. Sumpah karate yang pertama adalah sanggup memelihara kepribadian. ’’Diantara kepribadian karate yakni loyal,’’ tutur pria yang telah 50 tahun menggeluti karate ini.

Loyalitas ditunjukkan dengan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas. Kesetiaan seorang karateka tidak saja saat pimpinannya dalam keadaan sukses dan berkembang. Bahkan dalam keadaaan sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, pimpinan mengalami banyak beban permasalahan, seorang ksatria tetap setia pada pimpinannya dan tidak meninggalkannya.

Seorang karateka, harus tetap melaksanakan program latihan meski sedang tidak ditunggui pelatih. Seorang atlet, harus tetap sportif dan fairplay meski sedang tidak dilihat wasit juri.

’’Strategi perdaya langit untuk melewati Samudra mungkin berhasil dalam satu tujuan yang temporer, namun tidak dalam kehidupan sehari-hari yang ajeg,’’ terang alumnus S2 Universitas Brawijaya yang sekarang dosen STKIP PGRI Jombang.

Ular yang menunggu orang lengah kemudian mematuk. Kucing yang menunggu tuan rumah lengah kemudian mencuri ikan. Mungkin berhasil untuk satu kali itu. Namun setelah belangnya ketahuan, dia akan dimusuhi, dikucilkan bahkan disingkirkan.

Atlet yang hanya latihan saat ada pelatih, bisa jadi tetap lulus. Namun dalam kompetisi akan kalah. Atlet yang curang dalam kompetisi, bisa jadi saat itu menang. Namun dalam kompetisi yang lebih tinggi dia akan kalah.

Dalam dunia bisnis, orang yang ketahuan curang atau senang mengambil kesempatan yang merugikan orang lain, akan dijauhi mitra dan pelanggan. Sehingga usahanya tidak akan bertahan lama.

Makanya pada nijukun ke-10, kita diajarkan untuk  memasukkan karate dalam keseharian. Sehingga kita bisa menemukan myo alias rahasia yang tersembunyi. Mulai bangun tidur hingga tidur lagi, tidak sedetikpun lepas dari karate.

Ilmu karate dapat diterapkan tidak hanya dalam latihan di dojo saja. Tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat untuk kesehatan. Serta kesempurnaan pribadi seseorang baik jiwa maupun raga.

’’Pengusaha yang menjalankan sumpah karate dalam kesehariannya pasti akan sukses,’’ tegas pengurus PMI yang telah donor darah 125 kali ini. Karena dia melayani dengan pribadi yang baik,  jujur, selalu sopan dan santun. Serta sanggup menguasai diri alias tidak gampang emosi pada pembeli.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP