alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Binrohtal 1.260: Hikmah Cinta Nabi

09 Oktober 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Binrohtal 1.260: Hikmah Cinta Nabi

Share this      

Saat khutbah di Polres Jombang, Jumat (8/10), Pengasuh Pesantren Al Hikmah Nurul Quran Bendungrejo, Jogoroto, Ustad Muhdi Surur Alhafid, menjelaskan pentingnya menanamkan cinta kepada  Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. ’’Cinta kepada Nabi akan membuahkan tiga hal,’’ tuturnya.

Pertama yakni ittiba atau semangat meniru dan meneladani Nabi. Baik dalam hal ibadah, kehidupan pribadi, keluarga maupun sosial. Sebagai suami, Nabi sangat patut ditiru. Suatu hari, Aisyah istri Nabi membuatkan minuman. Aisyah keliru memasukkan garam dalam minuman tersebut. Nabi yang merasakan minumannya asin sama sekali tidak marah. Nabi mengajak Aisyah minum bersama. Tatkala merasakan minuman buatannya asin, Aisyah bersimpuh minta maaf. Ini teladan, sebagai suami, kita jangan gampang marah.

Kala makan, Nabi mengunyah 27 kali. Kala dakwah ke Toif, Nabi dilempari batu hingga berdarah. Namun Nabi justru melarang malaikat yang hendak menimpakan gunung kepada mereka. Nabi malah mendoakan agar mereka beriman. Ini teladan, dalam dakwah kita tak boleh mengedepankan permusuhan. Namun harus kasih sayang. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Anbiya 107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

Baca juga: Mendag Lutfi Perkuat Kerja Sama Tingkatkan Perdagangan Internasional

Semua amaliah Nabi bisa diteladani karena beliau manusia biasa, seperti kita. Bedanya, Nabi diberi wahyu. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Al Kahfi 110. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diberi wahyu kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa".

Kedua, cinta akan membuahkan khidmah atau pengabdian. Orang yang cinta Nabi, akan mau mengabdi kepada Nabi. Caranya, melakukan sunah-sunah Nabi. Seperti banyak sedekah, membaca Alquran, menyantuni yatim, janda dan fakir miskin. Serta banyak membaca salawat kepada Nabi. Juga menziarahi makam Nabi. 

Ketiga, cinta akan menumbuhkan semangat berjuang dan berkorban. Orang yang mencintai Nabi, akan rela mengeluarkan harta demi membela ajaran Nabi. Seperti sahabat Abu Bakar yang memberikan semua hartanya untuk perjuangan Nabi. Serta Umar yang menyerahkan separo hartanya untuk perjuangan Nabi. Juga Bilal bin Rabah yang rela disiksa demi mengikuti ajaran Nabi.

’’Cinta saja tidak cukup, harus dibuktikan dengan meniru,’’ ujar Ustad Surur. Dia lantas cerita  Robiah bin Kaab. Suatu hari dia menemani Nabi. Ketika Nabi bangun malam untuk salat tahajud, Robiah bergegas bangun untuk mengucurkan air wudu.

Setelahnya, Nabi bertanya; Robiah, adakah yang kamu inginkan? Robiah menjawab, saya ingin menjadi temanmu di surga.

Nabi bertanya lagi, adakah hal lain yang kamu inginkan? Robiah menjawab tidak ada.

Nabi lantas bersabda; Tolonglah aku dengan memperbanyak sujud. Artinya, agar Robiah bisa menjadi teman Nabi di surga, dia harus banyak sujud. Banyak salat. Sehingga kelak di akhirat, Nabi bisa memberi syafaat. Supaya Robiah bisa menjadi teman Nabi di surga.

’’Ketika kita mengaku cinta Nabi, maka kita harus meniru amaliahnya seperti banyak sujud,’’ jelasnya. Karena Nabi setiap malam sujud hingga kakinya bengkak.

Nah, untuk menanamkan cinta Nabi, banyak cara yang bisa dilakukan. Diantaranya dengan memperingati kelahiran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Serta banyak membaca sejarah Nabi. Juga banyak salawat kepada Nabi.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP