alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Oknum Perawat Cabul di Jombang Terancam Jemput Paksa

08 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan

Share this      

JOMBANG - Doni Deadi Subaktiar, 31, oknum perawat RSUD yang tega mencabuli Bunga, 17, (nama samaran) terancam dijemput paksa. Usai berkasnya rampung, polisi segera melimpahkan tersangka ke kejaksaan untuk proses persidangan.

” Untuk perawat sedang dipanggil kedua kali,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, kepada Jawa Pos Radar Jombang, (5/10.

Dikatakan Teguh, pihaknya sudah meluncurkan panggilan pertama. Namun tersangka tidak hadir. Selanjutnya, pihaknya sudah meluncurkan panggilan kedua. ”Misal tetap tidak hadir, sesuai prosedur kita terbitkan SP-bawa,” tegas Teguh.

Baca juga: SMK di Jombang Bersiap PTM 75 Persen

Seperti diberitakan sebelumnya, Doni Deadi Subaktiar, 31, oknum perawat RSUD harus  bersiap menghadapi sidang. Itu setelah berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap. Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Jombang segera menyerahkan tersangka ke kejaksaan.

”Untuk berkas tersangka oknum perawat rumah sakit sudah P21, tinggal pelimpahan tahap dua,” tegas Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, kemarin.

Lantas kapan penyidik akan melanjutkan tahap dua, Teguh belum bisa memastikan. ”Yang jelas kita upayakan secepatnya. Nanti terhadap tersangka akan dilakukan uji swab terlebih dahulu baru akan dilimpahkan,” tegas Teguh.

Sebelumnya, Doni Deadi Subaktiar, 31, oknum perawat di RSUD diamankan polisi. Menyusul perbuatannya yang diduga menghamili Bunga (nama samaran), 17, seorang siswi SMA di Jombang.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku memperdayai korban dengan iming-iming akan dinikahi. Korban yang termakan bujuk rayu pelaku, akhirnya menjadi korban nafsu bejat oknum perawat asal Kecamatan Kabuh ini.

Selama sekitar setahun berpacaran, Doni mengaku telah berulangkali kali menyetubuhi korban. Di antaranya di kos-kosan pelaku bahkan di rumah korban. Akibat ulahnya itu, Bunga sempat hamil tiga bulan.

Bukannya bertanggung jawab menikahi, kepada polisi korban mengaku diperdayai pelaku untuk meminum beberapa butir pil hingga membuat Bunga mengalami keguguran.

Saat dicecar polisi, pelaku mengaku membeli obat penggugur kandungan dari media sosial seharga Rp 1,5 juta untuk dua butir pil. Polisi masih berupaya melacak jaringan pemasok pil.

Usai berhasil mengamankan tersangka, polisi terus mendalami penyidikan. Sedikitnya sudah ada empat saksi yang dimintai keterangan. ”Sepanjang penyidikan kemarin, sudah ada empat orang saksi yang diperiksa, mulai korban, teman korban, orang tua korban dan tetangga korban,” lanjutnya.

Disinggung terkait kemungkinan menjerat pelaku dengan tindak pidana aborsi ilegal, Teguh menyebut masih terus dilakukan pendalaman. ”Kita juga masih berusaha melacak ke penjual pil,” terangnya.

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil penelitian yang dilakukan jaksa. ”Mudah-mudahan bisa segera P21,” singkat Teguh. Atas perbuatannya, ia terancam hukuman maksimal 15 tahun sesuai pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP