alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Warga Minta Pemkab Jombang Tindak Tegas Pabrik

Polemik Warga dan “GRC Board” Kabuh

06 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

UNJUK RASA: Perwakilan warga tiga desa saat melakukan protes aktivitas PT Bangun Pertama Adhitama Sentra “GRC Board” Kabuh pertengahan April lalu.

UNJUK RASA: Perwakilan warga tiga desa saat melakukan protes aktivitas PT Bangun Pertama Adhitama Sentra “GRC Board” Kabuh pertengahan April lalu.

Share this      

JOMBANG – Sikap pemkab yang cenderung kurang tegas menyikapi polemik warga dan PT Bangun Pertama Adhitama Sentra “GRC Board” Kabuh disesalkan warga. Pasalnya, meski sudah ada rekomendasi tertulis dari DPRD serta hasil investigasi balai Gakkum KLHK, pemkab tak kunjung bersikap tegas.

”Terus terang kami kecewa dengan sikap pemkab yang kami nilai kurang rensponsif mengawal aspirasi warga. Mestinya kalau sudah terbukti pihak pabrik melanggar ketentuan, harusnya pemkab berani menindak tegas. Kan pemkab juga punya Satpol PP sebagai penegak perda,” beber Cucuk Wahyu Rianto, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Lemahnya komitmen pemkab disebut Cucuk juga terlihat dari sikap pemkab menindaklanjuti hasil hearing yang dilakukan warga di gedung DPRD Jombang. Padahal waktu itu, juga dihadiri semua pihak, mulai dari perwakilan pemkab, warga, petani juga dari pihak pabrik. ”Warga sudah berjuang, jauh-jauh dari Kabuh ke gedung dewan untuk memperjuangkan haknya, tapi setelah keluar hasil rekomendasi dewan, ternyata sampai sekarang tidak dilaksanakan. Kami jadi bertanya-tanya ada apa di balik sikap pemkab yang berani menindak tegas,” keluhnya.

Baca juga: Untuk Tekan Angka Kekerasan Perempuan, Anak dan Human Trafficking

Dikatakan Cucuk, sebenanrnya banyak persoalan terkait pendirian pabrik. Selain dampak lingkungan yang ditimbulkan, juga persoalan ketaatan menjalankan peraturan perundang-undangan. ”Malah saya dengar terkait pembebasan lahan juga belum sepenuhnya klir,” singkatnya.

Sementara itu, Satpol PP Kabupaten Jombang ujuk-ujuk mendatangi lokasi PT Bangun Pertama Adhitama Sentra “GRC Board” Kabuh (5/10). Ini dikarenakan, belum tuntasnya permasalahan yang menjadi tuntutan warga.

”Kami kemarin mendatangi dengan pihak kecamatan untuk koordinasi dengan pihak pabrik,” ujar Didit Budi Santoso, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Jombang, (5/10) kemarin.

Pihaknya mempertanyakan apa yang menjadi kendala sehingga tuntutan warga belum terpenuhi. ”Ini tadi kami tanyakan kendala-kendala apa saja kenapa tuntutan warga belum terpenuhi. Pihak pabrik menyatakan masih berkoordinasi dengan pihak desa,” ungkapnya.

Kendati demikian, Satpol PP tidak melakukan penutupan pada pabrik tersebut. ”Untuk penutupan masih belum kami lakukan,” katanya. Dirinya mengaku, saat ini masih menunggu rekomendasi dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). ”Dari hasil laporan KLHK memang pabrik melanggar Undang-Undang Lingkungan Hidup,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya menunggu sanksi apa yang diberikan balai Gakkum KLHK. Apabila rekomendasi pabrik ditutup, pihaknya akan melakukan penutupan. ”Kalau memang rekomendasinya ditutup, kami siap melakukan penutupan,” pungkas Didit.

Seperti diberitakan sebelumnya, polemik warga dan PT Bangun Pertama Adhitamasentra “GRC Board” Kabuh terus berlanjut. Dari hasil investigasi yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) diketahui pihak pabrik terbukti melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan lingkungan hidup.

Cucuk Wahyu Rianto salah satu perwakilan warga menerangkan, sebelumnya pihaknya sudah melayangkan surat pengaduan ke KLHK terkait dugaan pencemaran lingkungan yang diakibatkan aktivitas PT Bangun Pertama Adhitamasentra “GRC Board” Kabuh.

Sebagai tindak lanjut, tim dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Jabalnusra Tenggara sudah turun ke lokasi melakukan investigasi. Salah satu hasilnya, tim menemukan pelanggaran yang dilakukan pihak pabrik. ”Jadi dari hasil verifikasi, tim menemukan PT Bangun Pertama Adhitamasentra GRC Board Kabuh terbukti tidak taat dan melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan lingkungan hidup,” terang Cucuk, kepada Jawa Pos Radar Jombang, Senin (4/10) kemarin.

Tak hanya mengadukan ke KLHK, pihaknya juga sudah meluncurkan pengaduan ke Polda Jatim terkait dugaan pelanggaran pencemaran lingkungan yang dilakukan PT Bangun Pertama Adhitamasentra “GRC Board” Kabuh. ”Pengaduan ke polda juga, sudah kita lakukan tapi melalui pengaduan online,” bebernya.

Saat dikonfirmasi, Eko Susilo Manager HRD PT Bangun Pertama Adhitama Sentra “GRC Board” Kabuh belum bisa memberikan keterangan. Beberapa upaya telepon wartawan ke nomor selulernya belum dijawab. Termasuk upaya konfirmasi melalui WhatsApp terkait hasil investigasi tim KLHK juga belum direspons.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP