alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Diduga Pelaku Tersinggung saat Dihentikan

Terkait Penusukan Supeltas di Jombang

05 Oktober 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan

Share this      

JOMBANG – Polisi terus mendalami kasus penusukan yang dialami BS, 19, salah satu sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas). Kemarin (4/9) kondisi korban sudah mulai membaik. Korban sudah bisa dimintai keterangan. Dugaan awal, pelaku tersinggung saat laju kendaraannya dihentikan korban.

”Kita masih dalami penyelidikan. Hari ini kondisi korban sudah sadar dan sudah bisa dimintai keterangan. Karenanya kami bisa mengorek beberapa petunjuk tambahan,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, Senin (4/10) kemarin.

Teguh menjelaskan, dari keterangan yang digali dari korban dan sejumlah saksi, insiden penusukan bermula saat korban bersama temannya MH, 39, tengah menjadi relawan pengatur lalu lintas di Jl KH Wahab Hasbullah Kecamatan Jombang.

Baca juga: Student Journalisme: Keutamaan Abu Bakar

Sekitar pukul 11.00, keduanya tengah menyeberangkan pengendara. Saat bersamaan melaju kendaraan yang dikemudikan pelaku bersama temannya. Menghindari terjadinya tabrakan, kedua supeltas ini menghentikan laju kendaraan pelaku. ”Jadi pemotor yang menyerang korban ini diduga sakit hati karena dihentikan kendaraannya itu,” lanjutnya.

Pelaku yang tak terima selanjutnya turun dari kendaraan dan terlibat cekcok mulut. ”Saat itulah korban BS datang untuk melerai sebenarnya, tapi karena pelaku tidak terima, malah yang ditusuk,” tambahnya.

Teguh juga menemukan adanya indikasi pelaku penusukan tengah mabuk saat melakukan aksinya. Hal itu, merujuk pada keterangan beberapa saksi yang melihat kejadian itu, termasuk keterangan korban. ”Jadi kelihatan pelaku ini emosinya sudah tidak stabil, dan perawakan wajahnya kacau. Dugaannya dia sedang dalam pengaruh minuman keras,” imbuh Teguh.

Kepada petugas, baik BS dan MH tak mengenal pelaku. Polisi masih terus berupaya mengejar pelaku. ”Jadi karena benar-benar insidentil di sana,. Keduanya tidak kenal dengan pelaku penusukan. Penyelidikan dan pengejaran masih terus kita lakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, BS, 19, sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) harus dilarikan ke rumah sakit. Dirinya menjadi korban penusukan orang tak dikenal saat tengah mengatur lalu lintas pengguna jalan di Jl KH Wahab Hasbullah, Minggu (3/10). Korban mengalami luka parah di bagian perut akibat tusukan benda tajam. Dari hasil olah kejadian perkara di lokasi, polisi berhasil mengamankan selongsong pisau diduga milik pelaku.

(jo/riz/naz/JPR)

 TOP