alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Binrohtal 1.256: Rabu Wekasan

05 Oktober 2021, 09: 30: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

KH Khairil Anam Denanyar

KH Khairil Anam Denanyar

Share this      

Berita Terkait

Saat ngaji usai salat Duhur di Polres Jombang Senin (4/10), KH Khairil Anam Denanyar, menjelaskan tentang Rabu wekasan. Yakni Rabu terakhir bulan Safar yang tahun ini jatuh 6 Oktober 2021. ’’Kita tidak boleh meyakini balak turun karena Rabu wekasan,’’ pesannya.

Sebaliknya,  kita harus yakin, hanya Allah subhanahu wa taala yang bisa menurunkan balak. ’’Kita yakin Allah yang menurunkan balak, hanya saja waktunya pas bertepatan dengan Rabu wekasan,’’ tegasnya. Sehingga semua usaha tolak balaknya dilakukan karena Allah. Dan sesuai tuntunan Allah SWT dan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Yakni dengan sedekah, doa, zikir dan salat. 

Gus Anam menjelaskan, ada ulama ahli hikmah atau ahli makrifat yang mimpi. Setiap Rabu wekasan Allah menurunkan balak sebanyak 360 ribu. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; mimpi ada tiga macam.

Baca juga: Mendag Membawa Produk Indonesia Siap Mendunia

Pertama, mimpi  yang merupakan kabar dari Allah. Sebagaimana disebutkan dalam QS Yunus 64, orang bertakwa akan diberi dua kabar gembira. Berupa surga di akhirat dan mimpi yang benar.

Macam mimpi yang kedua yakni karena bawaan pikiran seseorang ketika terjaga. Ketiga, mimpi yang datang dari setan.

Mimpi ahli makrifat tentang turunnya balak di Rabu wekasan masuk kategori pertama. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Mimpi yang benar itu satu dari 46 wahyu kenabian. Para nabi banyak yang mendapat wahyu melalui mimpi. Seperti Nabi Ibrahim kala diperintah menyembelih Nabi Ismail.

Agar terhindari balak yang turun pada Rabu wekasan, kita dianjurkan sedekah. Karena sedikah bisa menolak balak. Lalu berdoa dan berzikir. Karena doa dan zikir juga bisa menolak balak.

’’Kita juga dianjurkan salat hajat,’’ terangnya. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam mengajarkan, agar kita salat sunat saat punya hajat. Guna meminta agar Allah mengabulkan semua hajat kita.

’’Untuk menolak balak yang diturunkan Allah pada Rabu wekasan, kita salat hajat empat rakaat,’’ sarannya. Dua rakaat salam, dua rakaat salam. Tiap rakaat usai Fatihah, baca QS Alkautsar 17 kali, QS Al Ikhlas lima kali dan QS Alfalaq dan Annas satu kali.

Karena ikhtiar yang kita lakukan, bisa saja Allah mengubah catatan. Yang semula dicatat kena balak, menjadi selamat dari balak. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Arra’d 39; Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki.

Alkisah, ada pengusaha mau berangkat dagang ke luar negeri. Dia pamit kiai sepuh. Oleh kiai sepuh dikandani; Kalau kamu berangkat sekarang, kamu akan celaka. Si pedagang lantas pamit ke Syekh Abdul Qodir Al Jilani. Kala itu Syekh Abdul Qodir Al Jilani masih muda.

Oleh Syekh Abdul Qodir, si pedagang dipersilahkan berangkat.

Si pedagang akhirnya berangkat.

Ditengah jalan, dia tertidur. Dan mimpi dirampok serta dibunuh. Gragapan dia terbangun. Lehernya ada bekas dipukul. Mimpinya seperti benar-benar nyata.

Singkat cerita, perjalanan dagangnya sukses. Sehingga pulang membawa keuntungan banyak.

Dia lantas sowan ke kiai sepuh. Oleh kiai sepuh dibilangi; Kamu sowan dulu ke Syekh Abdul Qodir Al Jilani. Karena dia yang mendoakanmu sambil tawaf di Kakbah. Sehingga Allah berkenan merubah takdir yang mestinya sungguhan akhirnya hanya terjadi dalam mimpi.

(jo/jif/naz/JPR)

 TOP