alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Rebana Kulit Kambing Betina dari Pagerwojo Perak Jombang

04 Oktober 2021, 09: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

PRODUK UNGGULAN: Muhibbin tengah menjemur rebana-rebana hasil kerajinan tangannya agar kualitas suara yang dihasilkan lebih nyaring.

PRODUK UNGGULAN: Muhibbin tengah menjemur rebana-rebana hasil kerajinan tangannya agar kualitas suara yang dihasilkan lebih nyaring.

Share this      

SALAH satu wilayah penghasil alat musik pukul berbahan kulit, ada di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak. Dari tangan terampil salah satu warganya, setiap hari alat musik seperti rebana hingga alat musik lain berbahan kulit mampu dibuatnya.

Salah satunya adalah merek rebana Syafi’i yang dibuat Muhibbin. Rebana jenis ini sudah dirintis keluarganya sejak sebelum 1984 lalu. Ia sendiri merupakan generasi kedua yang meneruskan usaha milik ayahnya itu.

Di lokasi ini, seluruh pembuatan rebana juga dilakukan mulai dari nol hingga jadi rebana siap pakai. Prosesnya, diawali dengan memotong kayu untuk bahan bahu rebana. Muhibbin, biasa menggunakan berbagai jenis kayu untuk produknya. ”Dari kayu mangga, mahoni, dan kayu dari pohon nangka biasanya. Kulitas kayu itu menentukan enaknya suara rebana nantinya,” ucap Muhibbin.

Baca juga: Airlangga-Cak Imin Jalan Pagi Disebut Membangun Hubungan yang Sehat

Setelah dipotong menyesuaikan ukuran, kayu ini mulai dibentuk menjadi bulat pipih dan dilubangi. Untuk proses ini, ia biasa menggunakan mesin bubut. ”Kalau sudah dibubut, dihaluskan baru dicat,” lanjutnya.

Setelah siap, barulah tahapan selanjutnya pemasangan kulit. Proses ini, adalah proses yang paling menentukan menurutnya. Bahkan, untuk pemasangan kulit ini, ia harus menanganinya sendiri. ”Khusus untuk yang masang kulit harus saya, karena untuk bisa keluar bunyi yang pas, harus pakai perasaan,” katanya.

Untuk kulit yang dipakai rebana, Muhibbin menyebut tak sembarang kulit bisa dipakai. Untuk produknya sendiri menggunakan kulit dari domba betina. Tekstur kulit domba betina yang tidak terlalu tebal, akan membuat suaranya jadi lebih nyaring. ”Kalau jantan terlalu tebal, dan harus bagian punggung tengah kalau mau yang paling enak suaranya,” imbuhnya.

Dibantu beberapa karyawannya yang juga keluarganya, Muhibbin bisa membuat tiga set rebana setiap harinya. Maklum, produknya ini memang bergantung pada pesanan yang datang. Hasil karyanya ini, juga telah tersebar di sejumlah kota/Kabupaten di Jawa Timur bahkan luar pulau Jawa. ”Kalau harganya mulai Rp 600 ribu sampai bisa jutaan satu setnya, tergantung bentuk, model dan tingkat kesulitannya,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP