alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget
Jejak Alun-Alun Jombang (2)

Jadi Lapangan, Sempat Digunakan Saluran Air

03 Oktober 2021, 17: 47: 34 WIB | editor : Rojiful Mamduh

JADI LAPANGAN: Persatuan sepak bola Keroekoenan Eka Santosa (KES) berfoto di Alun Alun Jombang.

JADI LAPANGAN: Persatuan sepak bola Keroekoenan Eka Santosa (KES) berfoto di Alun Alun Jombang.

Share this      

SETELAH lahan alun alun secara resmi dihibahkan kepada Regent Jombang, fungsinya mulai berubah. Tidak lagi jadi backyard atau emplasemen, tapi menjadi lapangan dan pusat kegiatan.

Sebuah foto tahun 1925 menggambarkan hal ini. Dalam foto itu sebuah Voetbalvereeniging (persatuan sepak bola) Kerokoenan Eka Santosa (KES) tengah berfoto di tengah alun alun. Luas lahan terlihat lapang tanpa pembatas. Bahkan atap pendapa juga terlihat dalam foto ini. Termasuk ua buah gawang untuk bermain sepak bola.

"Memang setelah dihibahkan dan dijadikan alun alun, lahannya tetap berbentuk lapangan luas, menjadi sentra kegiatan-kegiatan penting," terang Luhur Wijaya salah satu anggota komunitas penelusur sejarah Jombang. Hal itu berlangsung hingga tahun-tahun berikutnya. Alun alun memang menjadi tempat kegiatan kemasyarakatan dan pemerintahan. "Sampai sekarang juga," tandasnya.

Baca juga: Tariqah 169: Tanya Hati

TERKINI: Alun Alun Jombang berdampingan dengan Masjid Agung Baitul Mukminin.

TERKINI: Alun Alun Jombang berdampingan dengan Masjid Agung Baitul Mukminin.

Fungsi alun alun sebagai salah satu tempat transit kereta dan lori pembawa muatan hasil kebun maupun pabrik, tetap tak terganti. Hal itu terlihat dari gambar peta di tahun 1942 silam. Dalam peta itu terlihat jalur kereta yang melintasi jalan di sebelah selatan alun alun.

Rel itu kemudian membelok di belakang pendopo untuk mengarah ke selatan menuju jalur Kediri Stroomtram Maatschappij (KSM), juga ke barat menuju rel besar milik Staatspoorwegen (SS) dan Stasiun Djombang.

Karena berada di pinggir rel dan stasiun utama itulah alun alun disebut Luhur jadi bagian penting dari sistem pengendalian air untuk rel kereta dan stasiun. "Ini bisa dilihat dari lahan alun alun yang lebih rendah dari ketinggian stasiun sejak dulu," tambahnya.

Hal ini juga dibuktikan dengan peta lama yang menggambarkan keberadaan saluran air yang memotong di tengah alun alun. Luhur menggambarkan, saluran ini membentang dari utara stasiun menuju hingga Jl Ahmad Dahlan Jombang. "Jadi lokasinya tidak jauh dari tiang bendera kalau sekarang, salurannya ke utara sampai mentok Jl Ahmad Dahlan, karena di sana dulu ada sungai membujur barat-timur," beber dia.

Meski kini tak terlihat, saluran air itu disebutnya masih bisa ditemukan jika dilakukan penggalian. "Mungkin sudah tidak berfungsi, tapi bangunanya masih ada, fungsi saluran itu untuk menjaga jalur kereta di selatan, kan jalur kereta tidak boleh terendam air," pungkas Luhur.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP