alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Wonderland Wonosalam
icon featured
Wonderland Wonosalam

Andalkan Pupuk Organik, Hasil Panen Petai Wonosalam Jombang Melimpah

30 September 2021, 07: 55: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

SEMANGAT: Petani memanfaatkan batang bambu untuk memanen petai dari pohon.

SEMANGAT: Petani memanfaatkan batang bambu untuk memanen petai dari pohon.

Share this      

SEJAK dulu, petani Wonosalam banyak menggunakan pupuk organik untuk merawat tanaman ketimbang pupuk kimia untuk perawatan tanaman. Termasuk memupuk tanaman petai, petani jarang menggunakan pupuk kimia. Tak ayal kualitas petai Wonosalam pun mampu bersaing.

Khoirul Mustofa, 50, salah satu petani petai mengatakan, salah satu kelebihan yang dimiliki pohon petai, yakni perawatannya yang relatif mudah.Tak ada perawatan khusus, hanya sesekali dilakukan pemupukan sudah cukup. ”Kalau perawatan khusus tidak ada. Ya, cuma kalau sedang memupuk tanaman salak, durian atau alpukat itu kita sempatkan memupuk tanaman pete juga. Pupuknya juga pakai organik,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Khoirul menambahkan, hampir sebagian besar petani di Wonosalam juga memelihara kambing atau sapi di rumah mereka. Hasil kotoran ternak umumnya dimanfaatkan petani untuk kebutuhan pemupukan. Biasanya kotoran ternak ditimbun dalam tempat tertentu, kemudian dijadikan pupuk kandang. ”Pupuk kandang jauh lebih efektif daripada pupuk kimia,” tambahnya.

Baca juga: Pendaftaran Sampai 20 Oktober

Pete sebenarnya bisa menjadi potensi unggulan di Wonosalam. Namun, selama ini petani cenderung menanam petai dengan cara tumpang sari. Alias bentuk penanaman campuran dengan tanaman lain dalam satu kebun. ”Ya ada salak, ada durian, ada alpukat, manggis dan petai,” tandasnya.

Sekali panen, Khoirul bisa mendapat keuntungan hingga Rp 1 juta. Namun itu tergantung jumlah petai yang dipanen. ”Petik pertama kemarin saya dapat 100 ikat. Itu kira-kira kira dapat sekitar Rp 1 juta,” tambahnya.

(jo/ang/naz/JPR)

 TOP