alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Berkas Tersangka Sudah di Kejaksaan

Ayah Setubuhi 2 Putri Kandung di Peterongan

30 September 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang

Share this      

JOMBANG – HRS, 36, bapak asal Kecamatan Peterongan yang tega menyetubuhi dua anak kandungnya yang masih belia hingga kini masih mendekam di tahanan. Penyidik sudah melimpahkan berkas kasusnya ke kejaksaan.

”Untuk berkas tersangka HRS, sudah tahap satu. Artinya, sudah kita kirim ke kejaksaan,” terang AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang.

Proses pelimpahan berkas sudah dilakukan sekitar sepekan kemarin. Saat ini penyidik masih menunggu hasil penelitian yang dilakukan jaksa. ”Kita masih menunggu hasil penelitian dari jaksa, mudah-mudahan segera terbit P21,” terang Teguh.

Baca juga: Konser Skala Besar Belum Diizinkan di Jombang

Segera lanjut Teguh, setelah berkas dinyatakan lengkap, pihaknya akan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan agar bisa segera disidangkan. ”Kalau dinyatakan lengkap (P21), ya akan segera ditahapduakan. Kalau belum ya biasanya akan ada petunjuk lebih lanjut dari jaksa untuk dilengkapi,” ungkapnya.

dalam kasus ini, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi. ”Saksinya dari korban, orang tuanya serta beberapa orang dekat korban,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perbuatan HRS, 36, warga Kecamatan Peterongan benar-benar kelewatan. Dia tega menyetubuhi dua anak kandungnya yang masih usia belia. Polisi berhasil meringkus pelaku di rumahnya.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang Ipda Agus Setiyani menerangkan, kedua korban tak lain anak kandung pelaku. Sebut saja Bunga, 16, dan Mawar, 14, (nama samaran). ”Saat ini pelaku sudah kita amankan, berikut barang bukti pakaian korban. Masih kita dalami pemeriksaan,” terang Agus Setyani.

Dijelaskan, perbuatan cabul pertama kali dilakukan HRS terhadap Bunga, 16, putri sulungnya pada 2018 lalu. Saat itu, pada tengah malam pelaku mendatangi korban yang tengah tidur di kamar. Korban tak kuasa menolak lantaran diancam pelaku. Karena takut, korban pun akhirnya pasrah. ”Saat itu, korban masih duduk di bangku kelas 6 SD,” terangnya.

Bukannya sadar, pelaku mengulangi perbuatan kejinya pada pertengahan 2021. Kali ini korbannya Mawar, 14, anak bungsu korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Saat itu, menjelang pagi sekitar pukul 04.30, pelaku memasuki kamar korban. Sama dengan kakaknya, pelaku mengancam korban agar mau melayani pelaku. Korban yang ketakutan akhirnya pasrah melayani nafsu menyimpang bapaknya. ”Perbuatan pelaku diulang sampai empat kali. Terakhir Agustus. Persetubuhan dilakukan di rumah tersangka di dalam kamar," ujarnya kemarin (31/8).

Aksi bejatnya dipergoki istri pelaku sekitar 14 Agustus lalu. Selanjutnya melapor ke polisi.

Usai mendengar keterangan kedua korban, polisi berhasil meringkus pelaku di rumahnya.

Dalam setiap aksinya, kata Agus, bapak dua anak tersebut kerap memberikan ancaman kepada korban. Mulai dari acaman kekerasan hingga tak memenuhi kebutuhan sekolah anaknya. "Modus operandinya, jika anak tersebut tidak mau melayani maka diancam tidak akan diberi uang saku dan tidak disekolahkan," kata Agus.

Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara hingga hukuman kebiri.

"Pelaku kita jerat pasal 81 ayat (2), ayat (3) dan ayat (5) UURI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2006 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," pungkasnya.

(jo/riz/naz/JPR)

 TOP