alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Pembunuh Janda di Jombang Divonis 15 Tahun Penjara

29 September 2021, 09: 50: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

LEBIH RINGAN: Tiga terdakwa pembunuhan divonis lebih ringan 15 tahun penjara.

LEBIH RINGAN: Tiga terdakwa pembunuhan divonis lebih ringan 15 tahun penjara.

Share this      

JOMBANG -  Tiga terdakwa kasus perampokan dan pembunuhan janda asal Desa/Kecamatan Bareng menjalani sidang putusan, Selasa kemarin (28/9). Majelis Hakim PN Jombang menghukum komplotan ini dengan hukuman yang sama, 15 tahun penjara.

Sidang dengan terdakwa Fadlan Ramadan, Firman Gultom dan Khusnul Khotimah kembali berlangsung secara virtual. Ketiganya mengikuti persidangan bersamaan dari Lapas Jombang. Sedangkan majelis hakim dari PN, JPU dari Kejari  dan pengacara ketiga terdakwa mengikuti dari kantornya sendiri.

"Mengadili  terdakwa satu, dua dan tiga secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan pembubuhan, sebagaimana dalam dakwaan yang diajukan penuntut umum," ucap Yunita Hendarwati Ketua Majelis Hakim dari PN Jombang.

Baca juga: Cairkan Klaim Jaminan Kematian hingga Rp 5,8 Miliar

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menjelaskan ketiganya telah terbukti dan mengakui melakukan perbuatan perampokan dan pembunuhan secara bersama-sama. Majelis hakim juga menerangkan tidak ada alasan pembenar, yang bisa meloloskan mereka dari hukuman. "Menjatuhkan hukuman kepada para terdakwa, masing-masing pidana penjara selama 15 tahun," lanjutnya.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU. Dalam dua sidang sebelumnya, JPU menuntut ketiganya dengan hukuman penjara selama 18 tahun.

Usai mendengarkan putusan hakim, ketiga terdakwa secara bergiliran diberi kesempatan menyatakan tanggapan atas putusan hakim. Namun,  ketiga terdakwa kompak menyatakan menerima.  "Karena terdakwa sudah menyatakan menerima,  kami selaku penasehat hukum juga menerima putusan yang mulia,"  ucap M Solahudin  penasehat hukum ketiga terdakwa.

Sementara, JPU yang mendapat giliran menyebut akan berkoordinasi terkait keputusan tersebut. "Kami menyatakan pikir-pikir yang mulia,  karena harus minta petunjuk kepada pimpinan," ucap Sultoni JPU dari Kejari Jombang.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, jasad Lilik Marita, 61, janda asal Dusun Mojounggul, Desa/Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, ditemukan warga tertelungkup di antara tanaman jagung di persawahan Dusun Banjarsari, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, akhir Januari lalu. Saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi membusuk dan susah dikenali. Beberapa bagian tubuh korban telah berubah menjadi tulang.

Korban terlihat mengenakan kaos tanktop dengan bawahan celana jeans warna biru. Ia juga mengenakan jam tangan dan sepasang sepatu berwarna merah dengan motif anyaman. Dari penyelidikan, polisi berhasil mengendus pelaku yang merupakan kawanan perampok sadis, yakni Fadlan Ramadhan Hutabarat, 25, warga Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Firman Gultom, 26, warga Desa Panolan, Kecamatan Kedung Tuban, Kabupaten Blora dan Kusnul Khotimah, 26, warga Desa Suntri, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Ketiganya sales regulator yang dikenal korban lewat aplikasi Mi Chat.

Pembunuhan dilakukan secara terencana dalam sebuah mobil saat pulang dari jalan-jalan ke Wonosalam. Selain membunuh, ketiganya berhasil menggasak sebuah handphone, seuntai kalung imitasi dan uang senilai Rp 5 juta yang sedang dibawa korban.

(jo/riz/naz/JPR)

 TOP