alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Maling Spesialis Sekolah di Jombang Ditembak Polisi

17 September 2021, 07: 10: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

BARANG BUKTI: Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, Wakapolres Kompol Ari Trestiawan, Kasatreskrim AKP Teguh Setiawan menunjukkan barang bukti barang berharga sekolah yang dicuri maling di Mapolres Jombang, kemarin.

BARANG BUKTI: Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, Wakapolres Kompol Ari Trestiawan, Kasatreskrim AKP Teguh Setiawan menunjukkan barang bukti barang berharga sekolah yang dicuri maling di Mapolres Jombang, kemarin.

Share this      

JOMBANG - Satreskrim Polres Jombang berhasil mengungkap kasus pembobolan puluhan sekolah di Jombang. Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti puluhan unit perangkat elektronik yang dicuri dari sekolah. Seperti monitor, komputer, printer hingga CCTV (Closed Circuit Television).

Pelaku bernama Moch Jinar Ridwan, 37, warga Desa Grogol, Kecamatan Diwek. Ia ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Jombang di rumahnya Selasa (14/9) malam. ”Pelaku melawan saat ditangkap sehingga kami memberikan tindakan tegas terukur berupa tembakan di kakinya,” terang Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho dalam konferensi pers, Kamis (16/9).

Agung menyebut, dari hasil pemeriksaan, Jinar mengakui telah melakukan aksinya di 23 sekolah tingkat SD hingga SMP di sejumlah kecamatan di Jombang. kepada petugas dia mengaku menjalankan aksinya sendirian. Polisi masih terus mendalami pemeriksaan. ”Sampai hari ini pemeriksaan yang kita lakukan dia mengaku melakukannya sendirian, berbekal sepeda motor sama karung biasanya, tapi pendalaman dan pengembangan masih terus dilakukan,” lanjutnya.

Baca juga: 51 Hektare Tanaman di Kecamatan Bandarkedungmulyo Tergenang

DITANGKAP: Maling spesialis pembobol sekolah saat diamankan petugas di Mapolres Jombang, (16/9) kemarin. Salah satu kaki pelaku terpaksa ditembak petugas lantaran mencoba melawan saat akan ditangkap.

DITANGKAP: Maling spesialis pembobol sekolah saat diamankan petugas di Mapolres Jombang, (16/9) kemarin. Salah satu kaki pelaku terpaksa ditembak petugas lantaran mencoba melawan saat akan ditangkap.

Setiap kali beraksi, Jinar terlebih dahulu melakukan pemantauan sehari sebelumnya di beberapa lokasi yang akan jadi sasarannya. Biasanya, sasaran yang dituju yakni sekolah-sekolah yang tidak dijaga dan gerbangnya bisa dibuka dari luar. Setelah menentukan target, menjelang dini hari pelaku beraksi. ”Malam harinya sekira jam 01.00 dia akan bekerja melakukan pembobolan,” imbuhnya.

Dalam aksinya, Jinar disebut Teguh juga cukup cerdik. Meski hanya lulusan SD, ia mampu mengotak-atik peralatan dengan cepat bahkan tanpa alat yang rumit. Terakhir yang menjadi sasarannya yakni SDN Podoroto Kesamben. ”Kemampuannya ini didapat secara otodidak,” lanjutnya.

Usai menerima laporan, polisi segera terjun ke lokasi. Polisi bahkan menerjunkan anjing pelacak. Dari hasil olah TKP, polisi akhirnya berhasil mengendus identitas pelaku. ”Jadi pelaku sempat terekam CCTV saat melakukan pencurian di SDN Tanggungan, Kecamatan Gudo. Kita bisa melacak pelaku juga berkat rekaman CCTV itu, jadi setelah kita dapat informasi dan orang yang kita curigai, kita cocokkan dengan rekaman hingga akhirnya kita berhasil membekuknya di rumah dia itu,” ungkap kapolres.

Dari hasil penangkapan pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti barang-barang elektronik hasil kejahatan. Di antaranya 8 unit proyektor, 10 unit komputer, 3 unit spiker aktif, 2 unit printer, 6 unit mesin CCTV serta sejumlah kabel peralatan elektronik lain. ”Saat ini akan kami rekap dahulu karena masih ada beberapa barang bukti yang belum kita amankan. Ini masih akan kita kembangkan untuk merekap total kerugian selama dia (pelaku, Red) melakukan pencurian ini,” tandasnya.

Atas perbuatannya, Jinar kini harus meringkuk di sel tahanan. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan. ”Ancamannya 7 tahun penjara,” pungkas Agung.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Januari 2021, tercatat sudah belasan sekolah SD dibobol maling. Sejumlah sekolah yang jadi sasaran di antaranya, SDN Ngudirejo 1, Kecamatan Diwek, SDN Plosogeneng, Kecamatan Jombang, SDN Mancar, Kecamatan Peterongan, SDN Pucangro 2, Kecamatan Gudo, SDN Talunkidul 2, Kecamatan Sumobito, SDN Kedungpapar, Kecamatan Sumobito, SDN Tanggungan, Kecamatan Gudo, SDN Pulorejo 2, Kecamatan Ngoro dan SDN Japanan 1, Kecamatan Mojowarno dan terakhir di SDN Podoroto Kesamben.

Polisi Amankan Tiga Terduga Penadah

SEMENTARA selain mengamankan pelaku, polisi juga tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap tiga orang yang diduga sebagai penadah. Hingga kini status ketiganya masih sebagai saksi. Beberapa barang hasil kejahatan juga dijual pelaku ke sejumlah pengepul di luar daerah.

”Ada tiga orang (pengepul, Red), sementara masih saksi. Mereka belinya dalam keadaan rusak, dalam arti nggak pake dicoba,” terang Kasatreskrim Polres Jombang

Teguh menambahkan, usai berhasil menggondol barang-barang berharga dari sekolah, pelaku segera menjual barang-barang hasil kejahatan ke sejumlah pengepul. Tidak hanya di wilayah Jombang  namun juga pengepul di Surabaya. Agar cepat laku, Jinar menjual barang hasil kejahatannya dengan sistem borongan atau all in one. ”Jadi seperti ini (menunjuk komputer,Red) all in one dia jualnya Rp 2 juta sampai Rp 3 juta, ada yang Rp 1,5 juta, intinya memang biar cepat laku memang,” lontarnya

Teguh, juga menyebut hingga kini masih terus mengumpulkan data tambahan untuk melacak sejumlah aset-aset sekolah lain yang telah dijual tersangka ke pengepul lainnya. ”Semua barang bukti ini taksiran kita masih dari 10-11 TKP saja, yang lain masih kita kumpulkan keterangan dari masing-masing polsek,” tambahnya.

Kepada petugas, Jinar mengaku terpaksa mencuri lantaran tuntutan ekonomi. Itu setelah usaha jualan cireng keliling yang dia tekuni sebelumnya gulung tikar lantaran terdampak kebijakan PPKM. ”Dia ini dulunya jual cireng, karena tidak laku, dampak dari PPKM, akhirnya dia menganggur sehingga dia mencuri itu,” imbuh AKP Teguh.

(jo/riz/naz/JPR)

 TOP