alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

PTM RA di Jombang Maksimal Lima Siswa Per Kelas

16 September 2021, 09: 45: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

SERU: Badik memberikan materi tentang hujan di RA Mambaul Huda, Desa Sudimoro Kecamatan Megaluh, kemarin (15/9).

SERU: Badik memberikan materi tentang hujan di RA Mambaul Huda, Desa Sudimoro Kecamatan Megaluh, kemarin (15/9).

Share this      

JOMBANG – Anak-anak Raudlatul Atfal (RA) sangat senang menjalani pembelajaran tatap muka (PTM). PTM dilaksanakan sejak Senin (13/9) dengan protokol kesehatan. ’’Per kelas hanya lima siswa,’’ kata Badik Solichatul Maghfiroh, guru RA Mambaul Huda Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, kemarin.

Memasuki musim hujan, Badik mengajak siswa belajar berdoa dan membuat perahu. Harapannya, siswa dapat mengenal manfaat dan mensyukuri hujan.

’’Karena kemarin hujan deras, kami mengajarkan anak-anak untuk berdoa agar dapat diucapkan ketika hujan turun,’’ ungkapnya.

Baca juga: SMP di Jombang Jalani Geladi Bersih ANBK

 Materi yang diberikan dia sesuaikan dengan situasi sekarang. Tentang hujan, bahaya-bahaya yang kemungkinan terjadi, juga antisipasinya. Ia sampaikan dengan cara yang menarik, salah satunya dengan membuat perahu dari kertas.

 Bangku ditata melingkar. Sehingga posisi guru berada tepat di tengah kelas. Ia memberikan contoh tahap demi tahap membuat perahu kertas.

Ia juga mengajarkan lafal doa turun hujan yang kemudian diucapkan bersama-sama. Agar lebih menarik, dia juga menyanyikan lagu turun hujan yang dikaitkan dengan kekuasaan dan kebesaran Allah.

”Bunyi liriknya; siapakah yang menciptakan air? Siapakah yang menurunkan air? Dari langit yang amat tinggi, tentu Allah sudah pasti. Setiap hari akupun minum air. Aku mandi juga memakai air, tanpa air kita akan mati, Allah juga yang memberi,” rincinya.

Banyak manfaat yang didapatkan siswa dengan pembelajaran diatas. ’’Ini dapat merangsang perkembangan motorik halus anak,’’ terangnya. Dengan berdoa, dapat menanamkan nilai agama dan moral agar anak terbiasa mensyukuri semua nikmat Allah.

Dengan bernyanyi, dapat menambah perbendaharaan kosa kata anak. Juga untuk menanamkan nilai agama  dan moral dengan mudah dipahami. ’’Dalam setiap kegiatan kita sisipkan nilai moral,”ujar Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Megaluh ini.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP