alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

DPRD Jombang Dorong Kepolisian Segera Ungkap Pelaku

Belasan Sekolah Kemalingan Selama 2021

15 September 2021, 09: 50: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Ketua DPRD Jombang Mas'ud Zuremi

Ketua DPRD Jombang Mas'ud Zuremi

Share this      

JOMBANG – Maraknya tindak pencurian yang menyasar sekolah dasar (SD) di Jombang memantik respons dewan. Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi mendorong kepolisian bisa bekerja maksimal untuk mengungkap pelaku. Selain meresahkan, juga menganggu proses belajar mengajar.

”Kemarin saya dengar yang terbaru SDN Podoroto Kesamben jadi korban kemalingan. Artinya, hal ini tidak bisa kita anggap remeh, semua pihak harus menyikapi secara serius,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (14/9).

Pihaknya mendorong aparat penegak hukum bekerja lebih keras dalam mengusut kasus ini. Tak menutup kemungkinan, pelaku juga akan menyasar ke sekolah-sekolah lain. ”Karena sudah ada belasan sekolah yang kebobolan tapi sampai sekarang belum ada titik terang,” tambahnya.

Baca juga: Kejari Jombang Segera Periksa Kembali Tersangka Kasus Perpusdes

Selain itu, Masud juga meminta seluruh sekolah meningkatkan sistim keamanan sekolah mereka. ”Tidak hanya SD, namun SMP, MTs dan MI juga demikian. Semua barang berharga khususnya yang berkaitan dengan sarana prasarana IT agar disimpan dengan aman,” papar dia.

Dia juga meminta sekolah untuk koordinasi dengan komite dan perwakilan wali murid. Menurutnya, banyak sarana prasarana (sarpras) yang hilang akan merugikan semua pihak termasuk dampaknya akan dirasakan siswa dalam proses belajar mengajar mereka. ”Koordinasi ini penting, tentunya untuk menyikapi misalnya keamanan sekolah kurang. Seperti di beberapa sekolah yang kebobolan,” tandasnya.

Pemkab dalam hal ini dinas pendidikan dan kebudayaan juga diminta mencari terobosan. Khususnya membicarakan masalah ini dengan pihak terkait agar kejadian tidak serupa tidak terulang kembali. ”Karena sekarang sudah mulai PTM tentu banyaknya barang yang hilang akan merugikan kita semua. Maka dari itu, pemkab bisa mencari solusi untuk mengevaluasi kejadian ini,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Januari 2021, tercatat sudah belasan sekolah SD dibobol maling. Sejumlah sekolah yang jadi sasaran di antaranya, SDN Ngudirejo 1, Kecamatan Diwek, SDN Plosogeneng, Kecamatan Jombang, SDN Mancar, Kecamatan Peterongan, SDN Pucangro 2, Kecamatan Gudo, SDN Talunkidul 2, Kecamatan Sumobito, SDN Kedungpapar, Kecamatan Sumobito, SDN Tanggungan, Kecamatan Gudo, SDN Pulorejo 2, Kecamatan Ngoro dan SDN Japanan 1, Kecamatan Mojowarno dan terakhir di SDN Podoroto Kesamben.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan membenarkan kejadian pencurian yang terjadi di SDN Podoroto Kesamben. Pihkanya sudah terjun ke lapangan bersama tim identifikasi Polres Jombang dan personel Polsek Kesamben melakukan olah TKP.

Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi kejadian. Mulai dari kunci gembok yang rusak, hardisk CCTV yang dirusak dan dua tutup speaker aktif yang dirusak. ”Kita sudah cek ke lokasi, kita lakukan olah TKP,” terang AKP Teguh, kemarin.

Teguh tak menampik aksi pencurian di sekolah marak terjadi. Pihaknya terus berupaya menggali petunjuk dari beberapa TKP guna mengungkap pelakunya. Pihaknya pun sudah mengantongi sejumlah petunjuk. ”Kalau melihat modus operandinya, pelaku ini sudah spesialis. Salah satunya terlihat dari tindakannya merusak atau membawa kabur rekaman CCTV sekolah,” bebernya.  Untuk memaksimalkan proses oleh TKP, pihaknya juga menerjunkan anjing pelacak. ”Mudah-mudahan kita segera dapatkan petunjuk untuk segera mengungkap pelakunya,” tandasnya.

(jo/ang/naz/JPR)

 TOP