alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kejari Jombang Segera Periksa Kembali Tersangka Kasus Perpusdes

15 September 2021, 09: 50: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Imran, Kajari Jombang

Imran, Kajari Jombang

Share this      

JOMBANG – Penyidikan kasus dugaan penyimpangan program perpusdes dari anggaran dana desa terus berlanjut. Usai menetapkan Cucuk Suhardi, penyedia buku perpustakaan sebagai tersangka, penyidik masih terus mendalami pemeriksaan saksi-saksi. Termasuk mendalami pemeriksaan terhadap tersangka.

"Kasus ini adalah PR (pekerjaan rumah) yang harus saya kerjakan sebagai penerus kajari sebelumnya, kita pastikan prosesnya terus berlanjut,"terang Imran, Kajari Jombang saat dihubungi Jawa Pos Radar Jombang (9/9).

Imran menjelaskan, setelah penyidik menetapkan Cucuk selaku penyedia buku perpustakaan sebagai tersangka (3/3) lalu, penyidik masih perlu mendalami pemeriksaan sejumlah saksi di tingkat penyidikan. "Sampai saat ini kita masih terus periksa saksi-saksi kembali," lanjutnya.

Baca juga: Terdakwa Kasus Galian C Ilegal di Jombang Divonis 6 Bulan Penjara

Sejak ditetapkan sebagai tersangka awal Maret lalu, hingga kini penyidik belum melakukan penahanan terhadap tersangka. Setelah menuntaskan pemeriksaan sejumlah saksi, pihaknya juga akan mengagendakan pemeriksaan kembali terhadap tersangka untuk melengkapi berkas. "Untuk tersangkanya belum memang, pemeriksaannya akan dilakukan setelah pemeriksaan maraton kepada saksi,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak 3 Maret 2021 lalu, penyidik Kejari Jombang telah menetapkan Cucuk Suhardi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan perpustakaan desa dari anggaran dana desa 2019. Peran Cucuk Suhardi dalam kegiatan pengadaan perpustakaan desa sebagai penyedia rak dan buku untuk perpusdes yang dilakukan 57 desa di 8 kecamatan di Jombang itu. Total anggaran dana desa untuk pengadaan perpusdes 2019 mencapai sekitar Rp 1,1 miliar. Dari hasil penghitungan auditor, akibat perbuatan tersangka mengakibtkan kerugian negara mencapai Rp 328 juta.

(jo/riz/naz/JPR)

 TOP