alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Polemik Batas Wilayah Jombang-Kediri Tak kunjung Tuntas

Usai Demo Warga Kegiatan Tambang Pasir

15 September 2021, 08: 25: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Polemik Batas Wilayah Jombang-Kediri Tak kunjung Tuntas

Share this      

JOMBANG – Tuntutan warga agar pemkab segera menuntaskan polemik batas wilayah dengan Kabupaten Kediri di wilayah Desa Bugasurkedaleman, Kecamatan Gudo tak kunjung ada kejelasan. Di sisi lain, aktivitas penambangan masih berjalan.

Camat Gudo Thomson Pranggono tak menampik, untuk batas wilayah antara Jombang dan Kediri masih belum jelas. sehingga tuntutan warga untuk pemasangan patok batas wilayah hingga kini belum terlaksana. ”Sampai sekarang masih belum ada informasi tentang pemasangan batas wilayah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/9) kemarin.

Padahal, lanjut Thomson sejumlah warga termasuk kepala desa di Kecamatan Gudo menginginkan secepatnya tanda batas wilayah tersebut segera dipasang. ”Teman-teman kades ini pengennya ada secara fisik batas wilayah. Karena ada aktivitas tambang pasir yang diduga masuk Jombang. Ini teman-teman kepolisian juga tidak bisa berbuat apa-apa apabila tidak ada bukti fisik batas wilayah itu,” ungkapnya.

Baca juga: Inflasi Terkendali di Tengah Meningkatnya Demand Sektor Manufaktur

Dikatakannya, sampai saat ini Pemkab Jombang masih berkoordinasi dengan Pemkab Kediri untuk menyelesaikan batas wilayah tersebut. ”Info yang saya terima Pemkab Kediri masih menunggu karena Covid-19. Saat ini kami hanya menunggu dari Pemkab Jombang seperti apa kelanjutannya,” tegas Thomson.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Tata Pemerintahan Jombang Bambang Sriyadi mengatakan, sampai sekarang Pemkab Kediri masih belum memberikan respons. ”Padahal draf dan MoU sudah kami kirimkan beberapa waktu yang lalu. Seharusnya sudah dipelajari Pemkab Kediri,” katanya.

Selain itu, Bambang juga sempat mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp ke pihak terkait. Kendati demikian sampai sekarang belum ada respons. ”Kami kemarin juga berkoordinasi dengan asisten 1 untuk penyelesaian masalah ini,” tegasnya.

Dari hasil koordinasi itu, pihaknya berencana akan mendatangi kembali Pemkab Kediri untuk menyelesaikan permasalahan ini. ”Kami memang berencana ke Kabupaten Kediri untuk segera menyelesaikan,” pungkas Bambang.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga dan kepala desa di Kecamatan Gudo mendatangi lokasi tambang pasir di kawasan Rolak 70 di Desa Bugasurkedaleman (16/6). Mereka memprotes kegiatan penambang di wilayah perbatasan yang diduga mencaplok lahan warga.

Dalam aksi itu, warga bahkan memasang patok sebagai penanda lahan. ”Jadi ini ada penambangan dari, itu izinnya dari wilayah Kediri, cuma kemudian melebar ke Bugasurkedaleman, Kecamatan Gudo. Tapi dari penambang tidak pernah koordinasi ke kami,” terang Suwari, Kepala Desa Bugasurkedaleman.

Pihaknya menyebut, tindakan penambang tidak bisa dibenarkan. Pasalnya, sebagian lahan yang mereka keruk diduga mencaplok lahan yang bukan di wilayah Kediri.

Dia menambahkan, kegiatan penambangan di perbatasan Jombang-Kediri itu memang sudah berlangsung lama dan banyak dikeluhkan warganya. Selain berdampak kerusakan lingkungan, belakangan warga kian resah lantaran pihak penambang diduga sudah mencaplok lahan warga. ”Lha saya sudah ketemu sama kepala desa wilayah Kediri, mereka sudah pasrah. Itu wilayah Jombang kok, bisa dikonsultasikan lagi, saya hanya mengamankan wilayah saya,” ungkapnya.

Pemasangan tanda itu lanjut Suwari dilakukan untuk menunjukkan telah adanya pencaplokan lahan yang dilakukan tanpa izin dirinya sebagai pemangku wilayah. Tidak hanya dirinya, sejumlah kepala desa di wilayah Kecamatan Gudo bahkan ikut turun dalam barisan bersama warga. ”Kita sudah punya bukti peta kretek desa dan BPKAD juga sudah menyebutkan jika wilayah yang sekarang dikeruk ini milik Bugasurkedaleman, bukan milik Kediri,” pungkasnya.

(jo/yan/naz/JPR)

 TOP