alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Dispendukcapil Jombang Sosialisasi Aplikasi Ning Yaonah

Percepat Cakupan Layanan KIA

15 September 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Hj Mundjidah Wahab Bupati Jombang

Hj Mundjidah Wahab Bupati Jombang

Share this      

JOMBANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukapil) Jombang kembali membuat gebrakan layanan percepatan pengurusan dokumen anak. Kali ini, program Ning Yaonah singkatan dari nikmatnya ngantri dan pelayanan online mudah.

Program ini disosialisasikan ke semua operator PAUD se-Jombang di ruang Bung Tomo Pemkab Jombang, kemarin (14/9). Tercatat ada 200 operator PAUD dari semua TK di Jombang yang hadir.  

“Program ini kelanjutan invovasi dari program sebelumnya, yakni pelayanan cetak kartu identitas anak inovatif kerjasama lewat sekolah (Pak Kiai Saleh),” terang Masduqi Zakaria Kepala Dispendukcapil Jombang. Ia menjelaskan, aplikasi Ning Yaonah ini akan lebih rinci. Jika program sebelumnya pihak sekolah hanya dilibatkan dalam proses pengusulan kartu identitas anak, maka dalam program ini operator sekolah juga bisa menyaring informasi secara rigid dan rinci dari siswa.

Baca juga: Siti Maria Ulfa Guru KB di Jombang: Mengenalkan Huruf Hijaiyah

“Kalau dulu yang difasilitasi sekolah hanya KIA. Ternyata dalam perjalanan waktu, masih banyak akte kelahiran salah,” terangnya. Dengan Ning Yaonah ini, diharapkan sekolah sebagai pintu masuk awal di PAUD, yang bisa betul-betul menyempurnakan pendataan. Dan data yang paling baik ya dari surat nikah orang tua siswa.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab yang turut hadir, menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Dispendukcapil Jombang yang telah merespon cepat dengan meluncurkan aplikasi Ning Yaonah. Melalui aplikasi ini, masyarakat yang ingin datang ke Dispendukcapil, cukup antre secara online dari rumahnya masing-masing. “Kita memang harus dapat memberikan pelayanan adminduk secara efektif dan efisien di tengah pandemic,” ucapnya.

Bupati Mundjidah berharap, dengan inovasi dalam layanan yang ditunjukkan Dispendukcapil Jombang, lembaga PAUD bisa turut berperan menyempurnakan data. “Sehingga ke depan tidak ada lagi kesalahan data pada ijazah anak SD, SMP, hingga SMA juga data kependudukan lainnya,” lanjut orang nomor satu di Jombang ini.

Peran operator sekolah, menurut bupati adalah ujung tombak. Selain untuk menghindari antrian, data yang diinput oleh operator sekolah akan lebih akurat. "Mulai sekarang saatnya perbaikan data harus dilakukan. Setidaknya sinergitas Dispendukcapil dengan operator sekolah,  99 persen datanya akurat," tandas Bupati Hj Mundjidah Wahab.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP