alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Hari Ini Seratus Persen Madrasah di Jombang PTM

177 Lembaga Lambat Setor Data

15 September 2021, 08: 45: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

KONDUSIF: Hera Eliza, guru MIN 3 Jombang sedang mengajar di ruang kelas empat.

KONDUSIF: Hera Eliza, guru MIN 3 Jombang sedang mengajar di ruang kelas empat.

Share this      

JOMBANG – Hari ini seratus persen madrasah pembelajaran tatap muka (PTM). Sebelumnya, ada 177 madrasah yang belum PTM karena terlambat mengisi daftar periksa kesiapan untuk mendapatkan surat rekomendasi dari Kemenag Jombang.

’’Hari ini sudah seratus persen mendapatkan surat rekomendasi dan seratus persen PTM,” kata Arif Hidayatullah, kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jombang, kemarin.

Sebelum mendapatkan surat rekomendasi dari Kemenag Jombang, madrasah harus melampirkan fotokopi instrumen persiapan PTM dari pengawas. Juga mengisi lembar rekomendasi dari pengawas. Serta mengisi daftar periksa kesiapan PTM melalui laman siapbelajar.kemenag.go.id.

Baca juga: KH Wafiyul Ahdi Mengapresiasi Keberadaan Desk PPI

’’Ada 177 lembaga yang terlambat menyetorkan data-data tersebut,’’ ucapnya. Dari 301 RA, yang sudah mengisi 236 lembaga, 65 sisanya belum. MI dari 275 lembaga, 230 diantaranya sudah setor dan 45 sisanya belum.

MTs dari 137 lembaga, 97 sudah setor, 40 belum. Dari 93 MA, 66 sudah stor dan 27 belum.

”Hari ini berangsur lengkap,’’ujar Arif.

MIN 1 Jombang, merupakan salah satu madrasah yang terlambat menyelenggarakan PTM. Itu karena tidak semua wali murid mengerti cara mengisi lembar persetujuan. Sehingga surat rekomendasi yang disetorkan Kemenag juga terlambat.

’’Kami memang terlambat. Saya mohon maaf sekali kepada kepala Kemenag, kasi Pendma dan wali murid semua,’’ ucap Lilik Nasfiatin, kepala MIN 1 Jombang.

PTM di MIN 1 Jombang seharusnya digelar 13 September. Mundur satu hari menjadi 14 September. Ini setelah surat rekomendasi dari Kemenag Jombang turun 13 September siang.

”Kita mengondisikan seribu lebih wali murid. Jadi sedikit kesulitan karena tidak semua walimurid dapat mengakses IT,” katanya.

PTM hari pertama, MIN 1 Jombang mengutamakan kelas enam dan kelas satu. Seminggu pertama kelas enam dan seminggu kedua kelas satu. Itupun tidak seluruhnya masuk. Digilir absen ganjil dan genap. Sembari evaluasi setiap pekan.

”Kita tidak masuk 50 persen sekaligus, kita utamakan kelas enam dan kelas satu. Untuk melihat bagaimana situasinya,’’ paparnya. Tingkatan yang paling kecil hingga yang paling besar dijadikan tolok ukur.

Pertimbangan lainnya, karena MIN 1 Jombang berada di lingkungan kampung yang sempit aksesnya. Jika sekaligus masuk 50 persen khawatir penjemputannya berjubel.

Kondisi yang sama juga terjadi di MIN 3 Jombang. Kesulitan untuk mengumpulkan lembaran surat rekomendasi dari wali murid jadi kendala utama. Padahal persiapan sudah dilakukan sejak PPKM di Jombang turun di level tiga.

Setelah semua terkumpul dan diajukan ke Kemenag, MIN 3 Jombang mendapatkan surat rekomendasi 13 September dan kemarin sudah menggelar tatap muka. Khususnya untuk kelas tiga, empat dan lima. Masing-masing dibagi menjadi dua shift. Shift satu jam 07.00 sampai 09.00, dan shift dua jam 09.00 sampai jam 11.00.

”Kami sudah persiapan seminggu sebelumnya,’’ kata Luluk Wahyu Ningsih, kepala MIN 3 Jombang.

Bahkan sebelum diputuskan tanggal resmi PTM. ’’Tapi kami kesulitan di lapangan. Tidak semua orang tua mau ngeprint, mengisi dan menyetorkan ke madrasah,’’ ucapnya.

Pihaknya juga mengatur agar pengumpulan data tidak berjubel dengan cara dijadwal.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP