alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Transaksi Pil Koplo Via COD, Buruh Pabrik di Jombang Diciduk

14 September 2021, 10: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

DIBEKUK: Pelaku saat diamankan di Mapolsek Jogoroto, kemarin.

DIBEKUK: Pelaku saat diamankan di Mapolsek Jogoroto, kemarin.

Share this      

JOMBANG – Anggota Unit Reskrim Polsek Jogoroto berhasil mengamankan Yayan Febrianto Efendi, 23, warga Desa Glagahan, Kecamatan Perak. Ini setelah, karyawan pabrik itu nekat mengedarkan pil dobel L. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti pil koplo mencapai 1.904 butir.

Kapolsek Jogoroto Polres Jombang, AKP Achmad Darul Hudha menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari informasi warga yang diterima petugas jaringan peredaran narkoba jenis pil dobel L di wilayahnya. ”Dari informasi itu kita bergerak menyelidiki,” terang Darul.

Upaya polisi membuahkan hasil. Tepatnya Minggu (12/9) polisi berhasil mengamankan seorang anak muda masih dibawah umur berinisial M,16, yang kedapatan membawa barang bukti 4 butir pil koplo. Setelah dicecar petugas, dia mengaku mendapat barang dari tersangka. ”Dari pengakuan saksi, ternyata barang tersebut didapatkan dari Yayan melalui COD di area alun-alun. Kemudian dalam pengembangan, ternyata polisi berhasil menangkap tersangka di rumahnya sekitar pukul 24.00,” imbuh Hudha.

Baca juga: Lagi, Maling Bobol Sekolah di Jombang

Setelah dilakukan penggeledahan di rumah tersangka, polisi berhasil menemukan barang bukti pil dobel L sebanyak 1.904 butir. Pelaku menyembunyikannya dalam tiga botol plastik berwarna putih dan beberapa telah terbungkus rapi paket hemat berisi 10 hingga 20 butir.

Selain itu, petugas juga menyita uang tunai Rp 200 ribu hasil transaksi penjualan pil dobel L. ”Saat ini, tersangka beserta barang bukti pil dobel L diamankan ke Mapolsek Jogoroto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke jaringan berikutnya," ujar Kapolsek Jogoroto.

Atas perbuatannya, kini tersangka dikenakan tindak pidana penyalahgunaan obat keras bakal dijerat dengan pasal 196 subsidair pasal 197 UU nomor 36/2009 tentang Kesehatan dan pasal 3 ayat (1) yo pasal 12 stbl No. 419/1949 tentang obat keras.  "Dengan ancaman hukuman selama 12 tahun penjara," pungkasnya.

(jo/yan/jif/JPR)

 TOP