alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Buntut Seragam Gratis Batal, Siswa SMP di Jombang Kenakan Seragam SD

14 September 2021, 09: 55: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

HARI PERTAMA PTM: Sejumlah siswa SMPN 2 Jombang masih mengenakan seragam SD, Senin (13/9).

HARI PERTAMA PTM: Sejumlah siswa SMPN 2 Jombang masih mengenakan seragam SD, Senin (13/9).

Share this      

JOMBANG – Kebijakan pemkab membatalkan program seragam gratis berdampak pada pelaksanaan hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) SMP. Banyak di antara siswa baru terpaksa mengenakan seragam SD.

Seperti yang terpantau di SMPN 2 Jombang Senin (13/9) kemarin. Terlihat seragam siswa warna-warni. Sebagian ada yang mengenakan biru putih, sebagian lainnya mengenakan seragam SD.

Salah satunya diungkapkan Eri salah seorang wali murid SMPN 2 Jombang. Menurutnya, anaknya terpaksa sementara mengenakan seragam SD lantaran belum memiliki seragam SMP. ”Masih belum punya seragam. Ini (anaknya, Red) pakai seragam SD-nya kemarin,” kata Eri kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Baca juga: Peserta SKD PPPK Guru di Jombang Jalani Skrining

Dia menambahkan, sebelumnya memang ada pemberitahuan dari sekolah, bagi siswa baru diberikan kelonggaran sementara mengenakan seragam SD. ”Dari sekolah diinformasikan pakai seragam sebelumnya masih boleh. Karena memberi kelonggaran,” imbuh dia.

Disinggung terkait rencana pembelian seragam, Eri menyebut rencana membeli dari sekolah. ”Ibunya sudah masuk dan mau beli di koperasi. Memang katanya akan dibackup dari sekolah,” sambung lelaki ini.

Menurut dia, informasi yang dia terima pihak sekolah bakal menyediakan keperluan seragam siswa baru. Menyusul tahun ini tak ada bantuan seragam gratis dari pemkab. ”Di sekolah katanya menyediakan. Kita menghormati tidak apa. Kalau di luaran memang seragam biru-putih agak murah sedikit (dibanding di sekolah) tidak apa. Apapun kita menghormati otoritas sekolah,” sambung dia.

Hanya saja, untuk saat ini dia belum mengetahui persis kapan seragam itu bakal diberikan. Berikut harga setiap seragam. ”Tapi tadi (kemarin, Red) ibunya masuk, katanya mau beli di koperasi,” ungkap dia.

Sejak anaknya terdaftar sebagai siswa di SMPN 2 Jombang, belum ada pertemuan dilaksanakan pihak sekolah yang dilakukan secara tatap muka. ”Jadi informasi semua termasuk seragam lewat online semua. Waktu pandemi belum ada pertemuan wali murid langsung. Hanya di awal untuk numpuk data. Setelah itu, informasinya semua online,” kata Eri.

Senada, Kuswanto wali murid lainnya mengakui, kali pertama mengikuti PTM, anaknya mengenakan seragam lawas. ”Pakai baju lama. Maksudnya pakai baju SD. Untuk yang lain bebas,” kata Kuswanto.

Meski demikian, keterangan yang dia terima, ke depan harus menyesuaikan. ”Jadi nanti menyesuikan seragam SMP,” sambung dia.

Untuk saat ini dia mengaku masih menunggu kelanjutan terkait pembelian seragam. Pasalnya, dari informasi yang dia terima, untuk seragam masih dibahas, apakah nanti beli dari sekolah atau dipasrahkan ke masing-masing wali murid. ”Belum ada, ya Insya Allah dari sekolah. Mungkin wali muridnya yang jahitkan,” tutur dia.

Diakui, untuk pertemuan wali murid belum pernah dilakukan secara tatap muka. ”Belum pernah, pertama kali hanya lewat Meeting Zoom, disampaikan tentang peraturan sekolah. Kalau seragam waktu itu belum dibahas,” sambung Kuswanto.

Karena itu kata dia, sementara menunggu informasi lebih lanjut dari sekolah. ”Pasti nanti akan ada kebijakan dari sekolah. Saya nunggu perintah sekolah bagaimana,” kata Kuswanto.

Lain lagi dengan Anti wali murid lainnya. Anaknya sudah mengenakan seragam putih-biru. Namun, seragam yang dikenakan merupakan seragam warisan alias seragam bekas dari kakaknya dulu. ”Berhubung tahun ini nggak ada (seragam gratis pemerintah, Red), ini pakai seragam kakaknya dulu. Jadi dapat lungsuran, akhirya nggak beli,” sambung Anti.

Kendati demikian, sementara dia menunggu informasi dari sekolah. ”Belum ada pengumuman lagi, sementara bisa pakai seragam SD. Jadi bebas, asalkan rapi. Insya Allah nanti ada rapat, karena masih ada seragam batik dan olahraga. Sekarang saya nunggu pengumumannya,” kata Anti.

Sekolah Beri Kebebasan Aturan Seragam

SEMENTARA itu, Budiono Kepala SMPN 2 Jombang mengakui, tak semua siswa baru mengenakan seragam putih-biru (Senin, 13/9). Sebagian mengenakan seragam SD, dampak batalnya seragam gratis.

”Anak-anak ada yang pakai seragam SD. Nggak ada batasan sampai kapan, biar anak-anak pakai yang SD. Misalnya seragam SD-nya tidak cukup, bisa pakai seragam bebas, tapi rapi,” kata Budiono dikonfirmasi, Senin (13/9) kemarin.

Menurutnya, pihaknya sementara tak menekankan siswa harus seluruhnya seragam. ”Kami tidak membebani masyarakat untuk beli seragam,” imbuh dia.

Lantas bagaimana langkah sekolah? Menurut Budiono, sementara menunggu kebijakan dari OPD terkait. ”Menunggu informasi dari dinas (Dinas P dan K Jombang, Red). Karena untuk kelas 7 kesepakatannya seperti itu, nunggu dari dinas,” sambung Budiono.

Berikut seragam batik dan olahraga, masih menurut dia sementara siswa belum memiliki itu. Tidak hanya siswa kelas 7, untuk kelas 8 juga demikian. ”Belum ada, sebetulnya batik untuk tahun lalu juga belum. Anak-anak yang sekarang kelas 8 juga belum pakai itu. Apalagi ini yang kelas 7,” ujar dia.

Menurutnya, karena masih pandemi Covid-19, pihaknya tak menekankan seluruh siswa mengenakan seragam. ”Biarlah anak-anak pakai seragam SD. Kalau kondisi di masyarakat seperti ini, kelihatannya tidak mungkin,” sambung dia.

Karena tahun ini program seragam gratis tak terealisasi, masih menurut dia menunggu keputusan OPD terkait. ”Untuk seragam putih-biru yang seperti disampaikan akan dapat tahun depan. Kami nunggu itu,” kata Budiono.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP