alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Lagi, Maling Bobol Sekolah di Jombang

Rusak CCTV, Kerugian Capai Puluhan Juta

14 September 2021, 07: 35: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

OLAH TKP: Tim identifikasi Polres Jombang melakukan olah TKP di SDN Podoroto.

OLAH TKP: Tim identifikasi Polres Jombang melakukan olah TKP di SDN Podoroto.

Share this      

JOMBANG – Aksi pembobolan sekolah terus marak terjadi di Jombang. Kali ini, menyasar SDN Podoroto, Kecamatan Kesamben. Sejumlah sarana prasarana IT sekolah pun raib. Kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta.

Kepala SDN Podoroto M Zainur Rofiq menjelaskan, pencurian di SDN Podoroto diketahui Senin (13/9) sekitar pukul 05.20. Saat itu, Rofiah, 52, istri penjaga sekolah datang untuk menggelar bahan jualan di sebelah pintu gerbang belakang sekolah. ”Saat tiba di lokasi, saksi mengetahui bahwa kunci gembok pintu gerbang belakang dalam keadaan sudah rusak,” ujar dia.

Curiga ada yang tidak beres, ia bergegas melaporkan ke suaminya yang sehari-harinya bertugas menjaga sekolah. Dari kejadian itu, suami saksi melaporkan ke penjaga sekolah lain untuk mengecek kondisi sekolah. ”Setelah dilakukan pengecekan oleh saksi Bambang Suhermanto dan saksi Ahcmad Zainul di ruang kelas dan ruang guru diketahui beberapa barang milik SDN Podoroto telah hilang,” tambahnya.

Baca juga: DPRD Jombang Kaji Pengajuan Anggaran Seragam Gratis Dobel

Di antaranya, layar monitor CCTV, mesin monitor CCTV, speaker sound system,  laptop, printer, tiga LCD di ruang kelas dan beberapa barang-barang berharga lainnya. ”Dari kejadian pencurian kerugian kurang lebih sebesar  Rp 30 juta,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Jumadi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membenarkan telah terjadi pencurian di SDN Podoroto Kesamben. ”Laporan secara resmi belum. Namun tadi pak Korwil Kecamatan Kesamben melaporkan bahwa ibu kapolsek sudah cek lokasi di SDN Podoroto,” ujar dia.

Dari kejadian itu, ia menerima laporan sejumlah barang-barang dan fasilitas yang dicuri pelaku. ”Laporan secara rinci masih kami tunggu,” tambahnya. Menurut Jumadi belakangan ini cukup marah sekolah yang menjadi sasaran pencurian. Dia berharap kepolisian mengusut dan menangkap pelaku. ”Kami berharap mohon pihak berwenang segera mengungkap jaringan yang berhubungan dengan pencurian dengan lembaga kita. Karena yang diambil beberapa sarana IT kita, padahal itu kita gunakan untuk kegiatan AN (asesmen nasional) kita nanti. Dan itu sangat merugikan kita,” pungkasnya.

Usai menerima laporan, sejumlah petugas inafis Polres Jombang bersama personel Polsek Kesamben segera mendatangi lokasi. Petugas melakukan olah TKP. Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi kejadian. Mulai dari kunci gembok yang rusak, hardisk CCTV yang dirusak dan dua tutup speaker aktif yang dirusak. ”Kita sudah cek ke lokasi, kita lakukan olah TKP,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, kemarin.

Teguh tak menampik aksi pencurian di sekolah marak terjadi. Pihaknya terus berupaya menggali petunjuk dari beberapa TKP guna mengungkap pelakunya. ”Kalau melihat modus operandinya, pelaku ini sudah spesialis. Salah satunya terlihat dari tindakannya merusak atau membawa kabur rekaman CCTV sekolah,” bebernya.

Untuk memaksimalkan proses oleh TKP, pihaknya juga menerjunkan anjing pelacak. ”Mudah-mudahan kita segera dapatkan petunjuk untuk segera mengungkap pelakunya,” tandasnya.

Untuk diketahui, sejak Januari 2021, tercatat sudah belasan sekolah SD dibobol maling. Sejumlah sekolah yang jadi sasaran di antaranya, SDN Ngudirejo 1, Kecamatan Diwek, SDN Plosogeneng, Kecamatan Jombang, SDN Mancar, Kecamatan Peterongan, SDN Pucangro 2, Kecamatan Gudo, SDN Talunkidul 2, Kecamatan Sumobito, SDN Kedungpapar, Kecamatan Sumobito, SDN Tanggungan, Kecamatan Gudo, SDN Pulorejo 2, Kecamatan Ngoro dan SDN Japanan 1, Kecamatan Mojowarno.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP