alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Peserta SKD PPPK Guru di Jombang Jalani Skrining

14 September 2021, 09: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

FOKUS: Peserta Seleksi Kompetensi Dasar PPPK Guru di SMAN 3 Jombang tengah mengerjakan soal.

FOKUS: Peserta Seleksi Kompetensi Dasar PPPK Guru di SMAN 3 Jombang tengah mengerjakan soal.

Share this      

JOMBANG – Seleksi kompetensi dasar (SKD) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru di lingkup Pemkab Jombang dimulai kemarin (13/9). Lokasi tes dipusatkan di tiga sekolah. Sebelum memasuki ruang tes, peserta diminta menunjukkan hasil  tes PCR atau Rapid Antigen.

Kepala Badan kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKD-PP) Jombang Senen menjelaskan, SKD PPPK guru di tempatkan di tiga lokasi sekolah. Masing-masing SMKN 1 Jombang, SMKN 3 Jombang dan SMAN 3 Jombang. ”Untuk SKD PPPK guru serentak hari ini (kemarin, Red) dilaksanakan di tiga sekolah,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Senen menegaskan, anggaran kegiatan SKD PPPK guru ditanggung pemerintah pusat. Namun, pemerintah melalui Kemendikbud Ristek memang bekerja sama dengan beberapa sekolah yang mememiliki fasilitas untuk pelaksanaan ujian. ”Intinya anggaran kegiatan ditanggung pusat,” pungkasnya. Pantauan SKD PPPK guru di SMAN 3 Jombang pelaksanaan tes tampak kondusif. 

Baca juga: Edarkan Sabu-Sabu, Dua Pemuda di Jombang Diciduk Polisi

Kepala SMAN 3 Jombang Singgih Susanto menjelaskan, ada 592 peserta yang mengikuti tes di sekolahnya. ”Secara keseluruhan ada 592 peserta. Dengan pelaksanaan dua sif per hari,” ujar dia.

Dijelaskan, begitu peserta memasuki gerbang sekolah tim Satgas Covid-19 sekolah akan menyambut mereka dengan melakukan skrining pengecekan suhu tubuh. Setiap peserta suhu tubuhnya tidak boleh melebihi 37.5 derajat. Kemudian, sebelum masuk ruangan tes, perserta harus dicek setiap barang yang mereka bawa di ruang transit. ”Selain absensi kehadiran, di ruang transit setiap peserta dicek satu persatu surat hasil PCR atau Rapid Antigennya,” tambahnya.

Selain itu, setiap peserta yang akan masuk ke ruang tes dilarang membawa tas, handphone, air minum maupun benda pribadi lainnya. Bahkan, jam tangan pun tak boleh dibawa. ”Hanya boleh membawa satu bolpoin dan di dalam ruangan setiap peserta harus benar benar kondusif,’’ papar dia.

Untuk mengantisipasi listrik padam, Singgih telah menyiapkan lima genset. Meskipun, sebelumnya Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jombang telah mengirim surat kepada PLN Jombang agar selama pelaksanaan listrik di wilayah setempat dalam kondisi baik. ”Begitupun untuk mengantisipasi jaringan, cabdin juga sudah mengirim surat ke Telkom Jombang agar mengantisipasi supaya tidak terjadi gangguan selama pelaksanaan tes,” pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP