alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Hujan Lebat, Tembakau di Wilayah Utara Brantas Jombang Terendam Banjir

Petani Terancam Gagal Panen

14 September 2021, 07: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

GAGAL PANEN: Salah satu petani tembakau di Dusun Kambingan, Desa Pengampon, Kecamatan Kabuh sawahnya terendam kemarin.

GAGAL PANEN: Salah satu petani tembakau di Dusun Kambingan, Desa Pengampon, Kecamatan Kabuh sawahnya terendam kemarin.

Share this      

JOMBANG – Petani tembakau di wilayah utara Brantas kembali resah. Sebab, hujan lebat membuat tanaman tembakau mereka terendam banjir. Jika hujan terusan–terusan, maka bisa terancam gagal panen.

Keresahan petani ini terlihat dari sebuah video berdurasi 31 detik yang viral di instagram Jawa Pos Radar Jombang. Sejak diunggah (12/9) lalu, video tersebut sudah dilihat 13.000 penonton. Tampak seorang pria berkaos biru kesal lantaran sawahnya terendam banjir. Video tersebut terjadi di Desa Pengampon, Kecamatan Kabuh.

”inilo mbakoku kelep, terus BRI ku piye, kalau tidak bisa nyarutang piye iki, (Ini tembakau saya terendam, lalu BRI saya bagaimana, kalau tidak bisa membayar hutang bagaimana ini),’’ ucap pria tersebut.

Baca juga: Menko Airlangga Hartarto Sambut Kedatangan Vaksin Tahap ke-50

Dalam video itu, tampak ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Tanaman tembakau yang siap panen pun terancam gagal panen karena terendam banjir. ”Ya Allah mbakoku kok koyok ngene lo. BRI piye mben wayahe nglunasi, golek duwik nandi terusan (Ya Allah Tembakau saya seperti ini. BRI lusa jadwal pelunasan, mencari uang darimana ,’’ lontarnya.

Nuriadi, warga Dusun Kambingan, Desa Pengampon Kecamatan Kabuh membenarkan video tersebut berasal dari petani yang ada di wilayahnya. Dia mengakui, sejak hujan lebat mengguyur wilayahnya dua hari ini, beberapa petak tembakau terendam banjir. ”Ada yang terendam banjir, ada juga yang sudah rajangan klelep,’’ ujar dia.

Akibatnya bisa ditebak, tanaman tembakau terancam gagal panen. ”Andai tembakau masih hidup pun kualitasnya pasti jelek,’’ keluhnya.

Terpisah, Lasiman Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang membenarkan, beberapa hektar sawah tembakau terendam banjir setelah diguyur hujan lebat dalam dua hari terakhir. ”Dampak hujan dua hari, memang beberapa sawah tembakau terendam,’’ ujar dia.

Dijelaskan, dari beberapa wilayah di utara Brantas, kondisi di Dusun Seco, Desa Pengampon, Kecamatan Kabuh yang cukup memprihatinkan. Jika dalam beberapa hari ke depan hujan lebat masih turun, maka petani terancam tak bisa panen tembakau. ”Kalau sudah terendam tentu gagal panen, karena tanaman akan layu dan membusuk,’’ tandasnya.

Dia menyebut, kondisi serupa juga terjadi di beberapa daerah luar Jombang. Misalnya, Bondowoso dan Jember. ”Teman teman di daerah sana juga bilang kalau wilayahnya sedang hujan dan sawah tembakau juga terancam gagal panen,’’ pungkas Lasiman.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP