alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

LSM di Jombang Minta Sekolah Tarik Kembali Seragam

13 September 2021, 09: 10: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Joko Fattah Rochim

Joko Fattah Rochim

Share this      

JOMBANG - Masih maraknya penjualan seragam yang diduga dilakukan pihak sekolah dengan alasan fasilitasi mendapat sorotan keras dari Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ). Yang menilai bentuk kelemahan pemkab dalam melakukan pengawasan.

”Kalau memang benar-benar diawasi, harusnya kan tidak ada sekolah berjualan seragam lagi, karena setiap tahun ini masih ada, meskipun nanti dalihnya fasilitasi lah, atau lewat wali murid lah, intinya sama,” terang Joko Fattah Rochim, Koordinator FRMJ.

Menurut Fattah, tindakan sekolah yang nekat menjual seragam ke siswa bisa disebut bentuk pungutan liar (pungli). ”Saya mohon untuk dikaji kembali, yang sudah terlanjur ya harusnya dikembalikan. Kalau diwajibkan ya jelas dikatakan pungli,” imbuhnya.

Baca juga: Refocusing Anggaran dan Inovasi Pemda Meminimalisir Dampak Pandemi

Menurut Fattah, praktik jual seragam tidak akan terjadi jika bupati dan wabup bisa merealisasikan program tahun ini. ”Ingat, seragam ini janji Bupati dan Wakil Bupati Jombang saat kampanye dulu, kalau masih ada sengkarut di lapangan begini, artinya ya bupati dan wakil bupati tidak mampu menjalankan janji dan visi-misinya. Memberikan seragam sekolah bagi siswa baru adalah tugas bagi Pemkab Jombang,” terang Fattah.

Bahkan menurut Fattah, sekolah yang mewajibkan muridnya untuk membeli seragam kepada pihak sekolah, bisa juga disebut bentuk pungutan liar (pungli). ”Saya mohon untuk dikaji kembali, yang sudah terlanjur dijual, ya harusnya (uangnya, Red) ditarik dari wali murid. Kalau diwajibkan ya jelas dikatakan pungli,” imbuhnya.

Selain itu, adanya fakta sejumlah guru yang harus patungan demi memberikan seragam gratis bagi siswanya juga harusnya jadi tamparan bagi Pemkab Jombang. Menurut Fattah, hal itu bisa dimaknai sindiran berat bagi pemkab yang justru memangkas anggaran pengadaan seragam gratis. ”Guru sampai iuran sendiri untuk membelikan siswa seragam itu ya jelas keterlaluan pemkabnya, harusnya mereka (Pemkab Jombang, Red) malu,” lontarnya.

(jo/riz/naz/JPR)

 TOP