alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Keindahan Kedung Cinet Kabupaten Jombang Masih Asli Sejak Dulu

12 September 2021, 17: 15: 30 WIB | editor : Rojiful Mamduh

TETAP SAMA: Kondisi ceruk di Wisata Kedung Cinet Plandaan ini terbentuk alami.

TETAP SAMA: Kondisi ceruk di Wisata Kedung Cinet Plandaan ini terbentuk alami.

Share this      

SEBAGAI salah satu wisata alam, Kedung Cinet di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, ternyata dikenal keindahannya sejak ratusan tahun lalu. Hingga kini, kondisinya  masih alami dan tak banyak perubahan.

Pemandangan indah di Kedung Cinet, bisa dilihat dari sebuah foto tahun 1927 koleksi Yayasan National Museum van Wereldculturen Belanda, yang dipajang di laman https://collectie.wereldculturen.nl/.

Dalam foto itu, tertulis Kali Kedungtjinet op houtvesterij Plosso, bij Djombang, O.Java, yang berarti Kali Kedungtjinet di Hutan Plosso, dekat Djombang, Jawa Timur. Dalam foto itu, terlihat pula lekuk dan guratan batu yang tercipta alami dari aliran air sungai terlihat sangat indah. Kondisi air di sungai tak terlalu penuh. Terlihat pula jembatan rel di atasnya.

Baca juga: Salah Satu Pohon di Jombang Tumbang, Timpa Mobil Hingga Ringsek

TAK BERUBAH: Pengambilan foto menyamping terlihat tak banyak perubahan di Kedung Cinet dan sekitarnya.

TAK BERUBAH: Pengambilan foto menyamping terlihat tak banyak perubahan di Kedung Cinet dan sekitarnya.

“Kalau Kedung Cinet sebenarnya itu sungai, walaupun sudah terlanjut salah kaprah disebut kedung,” terang Siti Roaini Kepala Desa Klitih. Menurutnya, sejak dulu keindahan Kedung Cinet sudah terkenal sebagai salah satu wisata alam di Jombang.

Sayangnya, lokasinya yang berada di lahan bukan wilayah desa, maka akses ke lokasi wisata cukup sulit. Selain medan yang terjal, pengunjung yang datang juga harus melintasi jalanan tanah licin saat hujan turun. “Jalan itu sebenarnya sudah ada sejak dulu, tapi karena wilayah milik Perhutani, jadi ya tidak banyak perubahan,” lontarnya.

Namun, ia juga menyebut ada hikmahnya. Lantaran tak banyak pembangunan, suasana Kedung Cinet sejak dulu hingga sekarang masih alami dan tak banyak tersentuh perubahan. “Jadi seluruhnya masih asli, karena tidak ada yang berani mengusik atau mengubah kondisi, ceruk air juga seluruhnya alami buatan alam,” lanjut dia.

Hingga kini, Kedung Cinet masih ditutup untuk kunjungan wisatawan. Namun, ia tak menampik masih ada saja warga yang datang ke sana untuk sekadar melepas penat atau berswafoto. “Kalau wisatanya memang sudah tutup sejak 2019 lalu, terlebih karena sejumlah insiden,” pungkasnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP