alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Renungan Minggu 55: Kekhawatiran itu Melumpuhkan

12 September 2021, 17: 13: 39 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang, Petrus Harianto STh

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang, Petrus Harianto STh

Share this      

Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan Jombang Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik, kemarin. Terutama tentang pentingnya menghindari kekhawatiran. ’’Berapa lama lagi aku harus menaruh kekhawatiran dalam diriku dan bersedih hati sepanjang hari?’’ tuturnya mengutip  Mazmur 13:3.

Daud sebagai seorang raja pun pernah mengalami kekhawatiran. Namun dari ayat di  atas kita bisa melihat, Daud segera sadar. Mau sampai kapan terus hidup dalam kekhawaatiran yang bisa melumpuhkan semangat, kekuatan dan perjuangannya.

Hidup di tengah dunia yang semakin tidak menentu dan penuh problematika ini tak seorang pun hidup tanpa khawatir dan terhindar dari rasa khawatir, termasuk orang percaya. Jika ada orang yang menyatakan diri bahwa ia tidak pernah merasa khawatir sedikit pun dalam hidupnya, hal tersebut adalah penyangkalan. 

Baca juga: Binrohtal 1.237: Ahli Ilmu

Sesungguhnya setiap kita dapat menolong diri sendiri untuk terlepas dari rasa khawatir. Yaitu dengan memercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan dan melihat setiap masalah, situasi, keadaan atau peristiwa yang ada dari sudut pandang firman Tuhan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata  'khawatir'  memiliki pengertian:  takut  (gelisah, cemas)  terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Perasaan ini biasanya dihubungkan dengan pikiran negatif tentang sesuatu yang belum tentu terjadi dan mungkin terjadi di masa yang akan datang. 

Khawatir juga berarti waswas, bingung dan pikiran terpecah-pecah. Tuhan berfirman: "Janganlah khawatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum. Dan janganlah khawatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"  (Matius 6:25). 

Lalu Dia menambahkan: "Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?"  (Matius 6:27). 

Tuhan memperingatkan kita untuk tidak khawatir, karena Dia sendiri yang menjadi jaminan kita. "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  (Ibrani 13:5b)._

Hendaknya kita menyadari, kekhawatiran itu hanya memindahkan beban dari bahu Tuhan yang kuat ke bahu kita yang lemah.  Daud tak mau terus dibelenggu dengan kekhawatiran itu, karena Daud punya keyakinan akan kasih setia Tuhan. Seperti tertulis dalam Mazmur 13:6... "Kepada kasih setia-Mu aku percaya."

Daud mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan melalui doa dan percaya penuh kepada-Nya! Itulah yang Daud lakukan saat dalam keadaan khawatir. Demikian hendaknya yang harus kita lakukan hari-hari ini di masa pandemi yang membuat banyak orang khawatir. Mau sampai kapan kita terus hidup dalam kekhawatiran yang akhirnya akan melumpuhkan?

Ayo bangkit, biarlah kita percaya penuh akan kasih setia Tuhan dan tentunya dengan tetap selalu waspada serta patuhi protokol kesehatan. Apa yang menjadi tanggung jawab kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, selebihnya itu ada dalam kendali Tuhan. 1 Petrus 5:7

’’Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati,’’ pungkasnya.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP