alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Binrohtal 1.236: 5 Bahaya Memutus Silaturahmi

11 September 2021, 09: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadzik

Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadzik

Share this      

Saat khutbah Jumat (10/9), Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, KH Fahmi Amrullah Hadziq menjelaskan larangan memutus silaturahmi. ’’Orang yang memutus tali silaturahmi akan rugi,’’ tuturnya. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Albaqarah 27. Orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka untuk menyambungnya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

Tanda orang bertakwa yakni menyambung silaturahmi. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Annisa 1. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu berdoa dan peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Rasulullah Muhammad sallallahi alaihi wa sallam bersabda; Orang yang menyambung silaturahmi akan dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya.

Baca juga: Pemain Turipinggir FC Direkrut PSID Jombang

’’Orang yang memutus silaturahmi akan mendapat lima keburukan,’’ kata Gus Fahmi.

Pertama, dilaknat oleh Allah SWT. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Muhammad 22-23. Maka apa kiranya jika kamu berkuasa akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan silaturahmi? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan mata mereka.

 Allah SWT melaknat orang-orang yang membuat kerusakan dan memutuskan tali silaturahmi. Hanya orang yang sombong dan marah yang sanggup memutus tali silaturahmi. Sifat sombong dan marah sangat dibenci Allah SWT.

Sekiranya ada orang yang menyakiti hati, hendaknya kita bisa memaafkannya. Serta menahan diri dari perilaku dengki dan dendam. Allah SWT saja Maha Pemaaf. Kita sebagai hamba yang tidak sempurna pasti juga punya banyak salah. Kita harus mau memaafkan orang lain agar kesalahan kita juga diampuni oleh Allah.

Kedua, memutus tali silaturahmi jadi penghambat terkabulnya doa. Jika kita berdoa kepada Allah SWT namun belum juga dikabulkan, hendaknya introspeksi diri. Kemungkinan salah satu penyebabnya karena kita memutus hubungan silaturahmi dengan sesama.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi, melainkan Allah akan beri padanya tiga hal.

 Allah akan segera mengabulkan doanya. Allah akan menyimpannya dan memberikannya kelak di akhirat. Atau Allah akan menghindarkannya dari kejelekan yang semisal.

Ketiga, orang yang memutus silaturahmi hukumannya disegerakan di dunia. Hukumannya tidak disimpan di akhirat melainkan langsung diturunkan ke dunia. Hukuman itu bisa bermacam-macam bentuknya, salah satunya ialah tidak terkabulnya sebuah doa dan sulit mendapatkan rezeki.

Sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam; Tidak ada satu dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukumannya di dunia bersamaan dengan hukuman yang Allâh siapkan baginya di akhirat daripada kezhaliman dan berbuat buruk kepada orang lain dan memutuskan kerabat.

Jika kita sering mendapat musibah, coba ingat kembali, barangkali ada  hubungan silaturahmi yang putus. Cobaan berat yang kita alami, bisa jadi karena memutus tali silaturahmi dengan keluarga atau kerabat.

Keempat, terputus dari rahmat Allah SWT. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya kata rahmi diambil dari nama Allah yaitu ar-Rahman. Allah berkata; Barangsiapa menyambung kerabat, Aku akan menyambungnya. Dan barangsiapa memutuskan, Aku akan memutuskannya.

Hidup tanpa rahmat dari Allah SWT pasti akan sulit dan penuh cobaan. Maka dari itu, kita harus menyambung silaturahmi agar tidak terputus dari rahmat-Nya.

Kelima, dijauhkan dari surga. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP