alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Spirit Karate 29: Karateka Harus Punya Rasa Hormat

11 September 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

TELADAN: Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno, bersama mantan Ketua Umum PB Inkanas 2006-2014 Taufiq Effendi.

TELADAN: Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno, bersama mantan Ketua Umum PB Inkanas 2006-2014 Taufiq Effendi.

Share this      

Karateka selalu santun dan punya rasa hormat. Ini karena mereka memegang ajaran samurai yakni bushido. ’’Etika bushido yang keempat yakni rei atau politeness. Hormat dan santun pada orang lain,’’ kata Ketua Harian Forki Jombang, Kwat Prayitno,61, kemarin.

Sikap hormat dan sopan santun yang tulus ditujukan kepada semua orang. Tidak hanya kepada atasan, pimpinan dan orang tua. Bahkan sikap hormat, santun dan hati-hati juga terlihat dalam penggunaan benda-benda dan senjata. Samurai sangat menghindari sikap ceroboh yang tidak tertata. ’’Sikap hormat dan santun tercermin dalam sikap duduk, cara berbicara, cara menghormati dengan menundukkan badan dan kepala,’’ urai anggota dewan guru Inkanas nasional ini.

Penerapan rei pada masyarakat Jepang saat ini masih terlihat dan bahkan menjadi salah satu karakter  masyarakat. Penanaman rei dilakukan sejak usia dini di rumah dan sekolah. Dalam semua aspek kehidupan masyarakat Jepang, rei sangat diutamakan.

Baca juga: Pendaftaran Lelang Jabatan 5 Kadis Kosong di Jombang Berakhir Hari Ini

’’Karateka idak pernah bersikap kasar dan ceroboh, namun senantiasa menggunakan kode etiknya secara sempurna sepanjang waktu,’’ ucap penyandang sabuk hitam karate Dan VII ini. Sikap hormat sangat ditradisikan dalam karate. ’’Setiap kali mau latihan, karateka selalu diajak menghormat kepada negara, organisasi, senior, sesama kawan dan tempat latihan,’’ papar pria yang telah 50 tahun menggeluti karate ini.

Karateka diharuskan menghormati orang tua, guru, senior dan pelatih. ’’Karena mereka adalah wakil Tuhan di dunia,’’ urai alumnus S2 Universitas Brawijaya Malang yang sekarang menjadi dosen STKIP PGRI Jombang ini.

Orang  tua, guru, senior dan pelatih, pasti ingin yang terbaik bagi kita. Tidak mungkin mereka ingin kita jelek. ’’Sebagai wujud rasa hormat, atlet harus sungguh-sungguh menjalankan program latihan yang diberikan pelatih,’’ tegas pria kelahiran28 Agustus 1960 ini.

Bahkan kepada lawan pun karateka harus tetap punya rasa hormat. ’’Makanya dalam kompetisi, dilarang curang dan melanggar peraturan,’’ ujarnya.

Dalam bisnis, sikap sopan dan hormat juga sangat penting. ’’Hormat dan sopan pada mitra bisnis dan pelanggan akan membuat citra kita semakin positif,’’ jelas pria yang telah 40 tahun berwirausaha ini. Kesuksesan dalam bisnis sangat dipengaruhi oleh citra dan kepercayaan orang pada diri kita.

Sebagai hamba Tuhan, kita juga harus punya rasa hormat. ’’Diperintah salat lima kali sehari ya jangan bolong-bolong,’’ pesan pengurus PMI Jombang yang sudah donor darah 125 kali ini.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP