alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

DPPKB-PPPA Jombang Gelar Gertak Vaksinasi Keluarga

10 September 2021, 10: 55: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

BERSINERGI: Bupati Mundjidah Wahab bersama tamu undangan dari BKKBN Pusat usai mengikuti kegiatan Bulaga.

BERSINERGI: Bupati Mundjidah Wahab bersama tamu undangan dari BKKBN Pusat usai mengikuti kegiatan Bulaga.

Share this      

JOMBANG – Menjaga kesehatan diri dari virus Covid-19 dimulai dari keluarga. Untuk itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang menggelar gerakan serentak (Gertak) vaksinasi keluarga dengan tema keluarga sehat, keluarga tangguh.

’’Alhamdulillah Jombang menadapatkan bantuan 249.000 dosis vaksin sinovac dari BKKBN,’’ kata Nurkamalia, kepala DPPKB-PPPA Jombang. Pemberian vaksin dilakukan di Kantor Kecamatan Tembelang bertepatan dengan kegiatan bulaga (bupati, wakil bupati melayani warga).

Jombang mendapatkan jatah 239.000 dosis vaksin yang siap diberikan kepada remaja, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia. 40.000 baru diterima di tahap pertama. Kemarin hingga hari ini, targetnya 12.000 masyarakat Jombang tervaksin. Gertak vaksinasi keluarga ini juga diikuti 34 Puskesmas di 21 kecamatan.

Baca juga: Binrohtal 1.235: Selalu Ada Hikmah

Prioritas utama dalam program vaksinasi dari BKKBN ini ialah remaja atau siswa yang usianya minimal 12 tahun sebelum pembelajaran tatap muka. ’’Kami akan menyisir ke sekolah-sekolah karena pekan ini anak-anak sekolah sudah mulai masuk,’’ jelasnya. Santri yang tinggal di pondok pesantren juga akan jadi prioritas utama.

’’Kita juga kerjasama dengan semua pihak. Terutama Dinas Kesehatan, Fatayat NU, Muslimat NU, sekolah-sekolah, hingga BKKBN pusat,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Wakil Bupati Sumrambah, Sekdakab Akhmad Jazuli serta jajaran Forkopimda.

Dr Eni Gustina, deputi Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi hadir mewakili kepala BKKBN Pusat. Dr dr Kohar Hari Santoso, kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur mewakili Gubernur Jatim. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah juga hadir di lokasi.

Dalam kegiatan itu juga digelar launching kader pendamping keluarga. Ada 2.044 kader dari berbagai elemen. Diantaranya Fatayat, Muslimat, Aisyiyah, PKK, kader pembina keluarga berencana desa (PKBD), dan sub PKBD. 

’’Kita juga akan bekerjasama dengan seluruh elemen lainnya termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat,’’ jelasnya.

Tugas kader pendamping, mendampingi keluarga melalui KIE. Sebagai program penguatan bangga kencana. Menjadi akseptor penguatan KB dan pencegahan stunting. Serta menurunkan dan pencegahan pernikahan dini.

’’Juga sebagai garda terdepan untuk perlindungan keluarga dengan protokol kesehatan yang benar,’’ jelasnya. Karena keluarga merupakan perlindungan pertama dari Covid-19.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP