alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Binrohtal 1.235: Selalu Ada Hikmah

10 September 2021, 09: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pengasuh Pesantren Hidayatul Quran Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafid

Pengasuh Pesantren Hidayatul Quran Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafid

Share this      

Saat ngaji Selasa (7/9), Pengasuh Pesantren Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, Ustad Yusuf Hidayat Alhafid menjelaskan pentingnya beriman dengan takdir Allah. ’’Dibalik setiap takdir yang baik maupun yang buruk pasti ada hikmah,’’ tuturnya.

Allah tidak menciptakan satu halpun melainkan pasti ada tujuannya. Ada hikmah baik dibalik itu. Namun hanya orang-orang yang selalu ingat Allah yang bisa memahaminya. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ali Imron 191. Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk maupun berbaring dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi berkata; Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Tak ada ciptaan Allah yang sia-sia.

Semua takdir adalah tanda kekuasaan Allah. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Fussilat 53.

Baca juga: BBWS Brantas Rehab Jaringan Irigasi DI Mrican dan DI Siman

 Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri. Sehingga jelas bagi mereka, Al Quran itu adalah benar. Tidakkah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Hal yang kita anggap musibah pun, pasti ada hikmahnya. Sebagaimana dinyatakan dalam QS Alhadid 22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfuzh sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

’’Salah satu akhlak mulia yang harus dimiliki setiap muslim adalah rida dengan takdir. Kerelaan hati untuk menerima takdir Allah. Sepahit apapun takdir itu,’’ pesannya.

 Untuk sampai pada keadaan hati yang rida pada takdir, seorang hamba harus punya  keyakinan yang kokoh. Bahwa Allah tak pernah berbuat zalim kepada hamba-Nya. Sekalipun dia menghadapi kenyataan hidup yang pahit.

Keyakinan hati akan membimbing kita pada pandangan positif kepada Allah. Dibalik musibah, bencana atau kenyataan pahit hidup, ada hikmah yang justru membawa kebaikan. Bahkan melebihi apa yang diharapkan.

’’Ada seorang penjual tahu,’’ kata Ustad Yusuf. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot yang sudah menjadi langganan. Untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Allah agar dagangannya laris.

Begitulah rutinitasnya setiap hari. Pagi sebelum berangkat dia berdoa lebih dulu. Sore pulang, dagangannya sudah habis terjual.

Suatu hari, ketika melewati sawah, ia terpeleset kecemplung sawah. Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!

Ia mengeluh kepada Allah. Mengapa diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi. Akhirnya ia pulang, tak jadi berdagang.

Dua jam kemudian ia mendengar kabar, angkot langganannya yang setiap hari ia naiki, pagi itu jatuh ke dalam jurang. Semua penumpangnya tewas! Hanya ia satu-satunya calon penumpang yang selamat.

Sorenya, ada seorang peternak bebek mencarinya dan hendak membeli tahu untuk makanan bebek. Peternak itu mencari tahu yang hancur untuk campuran makanan bebek. Spontan bapak itu menangis bahagia. Sudah terhindar dari kematian. Seluruh tahunya yang hancur juga masih dibeli peternak.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP