alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Terdakwa Kasus Tambang Galian C Ilegal Dituntut 7 Bulan Penjara

08 September 2021, 09: 50: 59 WIB | editor : M. Nasikhuddin

Kasi Intelijen kejaksaan negeri (Kejari) Jombang Andi Sebangun

Kasi Intelijen kejaksaan negeri (Kejari) Jombang Andi Sebangun

Share this      

JOMBANG – Sidang lanjutan kasus penambangan galian C ilegal yang menjerat terdakwa Priyono, 51, digelar Pengadilan Negeri (PN) Jombang kemarin (7/9). JPU menjatuhkan tuntutan tujuh bulan penjara dan denda kepada pengusaha tambang asal Kebupaten Gresik ini.

”Tuntutan kita hukuman pidana 7 bulan penjara dan denda Rp 10 juta, subsidair 2 bulan kurungan,” terang Kasi Intelijen kejaksaan negeri (Kejari) Jombang Andi Sebangun, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Disinggung pertimbangan JPU menjatuhkan tuntutan relatif ringan kepada terdakwa, Andi tak mengomentari banyak. Namun demikian, dalam menetapkan tuntutan, pastinya berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam proses persidangan. ”Pastinya JPU punya pertimbangan dalam menjatuhkan tuntutan,” ungkap Andi.

Baca juga: Gerakan Makan Telur Bersama Santri di Ponpes Darul Ulum Kepuhdoko

Andi menerangkan, sidang pembacaan tuntutan digelar secara daring. Di mana JPU mengikuti sidang dari kantor Kejaksaan Negeri, majelis hakim memimpin sidang dari PN Jombang dan terdakwa mengikuti sidang dari Lapas Kelas II B Jombang didampingi penasehat hukum yang mengikuti sidang dari kantor. Usai pembacaan materi tuntutan dari JPU, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa menyampaikan pembelaan secara lisan. ”Sidang kembali ditunda hingga pekan depan, agendanya pembacaan vonis,” terang Andi.

Pantauan dari sip.pn-jombang.go.id  sidang terdakwa Priyono sempat berulangkali ditunda. Seperti agenda pemeriksaan saksi yang harus tertunda hingga empat kali lantaran saksi tidak hadir. Bahkan agenda pembacaan tuntutan sebelumnya sempat ditunda dua kali dengan alasan JPU belum siap dengan materi tuntutannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang galian C ilegal di Dusun Payak Mundil, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro digerebek polisi (16/4). Sejumlah barang bukti disita petugas di antaranya, mesin ekskavator merek Komatsu PC200 warna kuning, satu unit dump truk bernopol S 8039 UZ yang di dalamnya berisi batu hasil tambang.

Selain itu, polisi juga menyita satu buah bolpoint warna hitam dan 60 lembar kertas bertuliskan penjualan hasil tambang. Serta uang tunai hasil penjualan tambang sebesar Rp 11. 360.000. Selanjutnya, keseluruhan barang bukti selanjutnya diamankan ke Mapolres Jombang.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui aktivitas pertambangan di lokasi tersebut belum berizin. Polisi menetapkan Priyono, 51, pemilik tambang asal Kabupaten Gresik sebagai tersangka. Atas perbuatannya, pelaku dijerat melanggar pasal  158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

(jo/riz/naz/JPR)

 TOP