alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh

Purwanti Guru MI Sulaimaniyah Mojoagung: Selalu Berpikir Positif

08 September 2021, 08: 05: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Purwanti Waka Kurikulum MI Sulaimaniyah Kauman Mojoagung

Purwanti Waka Kurikulum MI Sulaimaniyah Kauman Mojoagung

Share this      

SELALU berpikir positif dan ikhlas ditunjukkan Purwanti Waka Kurikulum MI Sulaimaniyah Kauman Mojoagung. Mengabdi selama 29 tahun sebagai guru honorer, dijalaninya dengan semangat tak pernah lelah.

”Karena tujuan hidup adalah syiar, apa saja hal baik yang bisa kita berikan dan harus terus diberikan agar bermanfaat untuk orang banyak,” ungkap warga Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, kemarin (7/9).

Amanah sebagai guru ia jaga betul. Dalam hal mengajar, tidak hanya materi wajib yang diberikan, tapi juga pengalaman, pendidikan karakter, juga kebaikan-kebaikan yang harus dimiliki siswa sebagai seorang pelajar sekaligus anak.

Baca juga: PTM SMK di Jombang Fokus Pelajaran Praktik

Purwanti sendiri masih berstatus sebagai guru honorer, yang sudah mendapat tunjangan sertifikasi. Harapan untuk diangkat menjadi PNS bukan priorotas utamanya, karena aktivitas mengajar yang ia lakukan murni untuk memberikan ilmu kepada siswa. Selain profesi yang ia cintai, mengajar dijadikan ladang ibadah.

”Dengan mengajar saya bisa memberi banyak kebaikan, semua siswa menjadi cerdas dan berkarakter,” jelas ibu tiga anak ini. Selama ini, ia juga menanamkan rasa ikhlas, pasrah dan penuh syukur, utamanya pada dirinya sendiri. Karena ikhlas menurutnya hal yang meringankan beban dalam hati. Sedangkan syukur membuatnya mendapat kenikmatan lebih.

”Yang penting ikhlas, karena jika tidak ikhlas, maka hati kita berat dan menjadi beban pikiran,” jelasnya. Ia selalu berfikir positif atas semua hal yang dialami. Optimistis dengan semua kejadian yang menimpanya sebagai rencana terbaik dari Allah.

”Berfikir positif sama seperti doa, jika kita berfikir baik, maka hasilnya Insya Allah baik, jika hasilnya tidak eperti yang kita pikirkan, disitulah kita harus ikhlas dan sabar,” jelas wanita kelahiran 27 Agustus 1967 ini.

Kepada siswanya, ia berpesan untuk menjaga sikap, tata krama dimanapun berada. Karena, anak jaman sekarang harus dibekali benteng yang tinggi. ”Jaga sikap, jaga perilaku, jangan sekali-sekali mendekati narkoba, cari teman yang dapat membawa ke hal-hal positif, jangan sampai terjerumus. Apalagi siswi harus bisa menjaga diri,” pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 TOP