alexametrics
Minggu, 17 Oct 2021
radarjombang
Home > Olahraga
icon featured
Olahraga

Atlet muaythai Jombang, Nurul Belum Terkalahkan

08 September 2021, 09: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

TENDANG: Atlet muaythai Jombang Nurul (biru) saat melawan Ratna Kusuma dari Madiun di GOR Merdeka Jombang 2020.

TENDANG: Atlet muaythai Jombang Nurul (biru) saat melawan Ratna Kusuma dari Madiun di GOR Merdeka Jombang 2020.

Share this      

JOMBANG – Atlet muaythai Jombang, Nurul Ayu Zakia, masih menjadi andalan Jombang di kelas 60 kilogram putri. Atlet asal Candimulyo Kecamatan Jombang ini tidak terkalahkan dalam pekan olahraga kabupaten (Porkab) muaythai yang digelar Minggu (29/8). ’’Di Porkab 2021 Nurul juara satu kelas 60 kilogram,’’ kata M Sofii, pelatih muaythai Jombang, kemarin. 

Dari tahun ke tahun, penampilan Nurul sangat konsisten. Pada Porkab 2020, Nurul juga juara pertama. Pada pekan olahraga provinsi (Porprov) Jatim 2019, Nurul meraih medali perunggu di cabang olahraga wushu sansho (tanding). ’’Pada Porprov Jatim 2022, Nurul kita jagokan bisa meraih emas di muaythai,’’ kata Sofii.

Sofii melatih Nurul sejak 2018 di Octagon Champ. Mulanya, Nurul berlatih karena tidak percaya diri dengan badannya yang terlalu gemuk.

Baca juga: Menko Airlangga Apresiasi Keberhasilan Kampung Tangguh Tekan Covid-19

Berat badan awalnya 70 kilogram. Setelah rutin latihan, turun menjadi 60 kilogram. ’’Dalam sepekan saya latihan Senin, Rabu, Sabtu dan Minggu,’’ ungkap Nurul.

Satu kali latihan durasinya antara satu hingga dua jam. Dia juga masih menambah porsi latihan mandiri di rumah. ’’Biasanya lari setengah jam tiap hari,’’ ujarnya.

Setelah intens latihan, dia termotivasi ikut kejuaraan. ’’Kalau punya ilmu bela diri jangan dipendam saja, coba buat ikut lomba,’’ ucapnya menirukan motivasi yang disampaikan pelatih.

Dia pun minta izin orang tua untuk ikut lomba. Kedua orang tuanya, Supriyanto dan Noviyanti, ternyata merestui. Pada 24 April 2019, dia pun ikut kejurnas di Semarang. Hasilnya, meraih juara tiga di kelas junior 60 kilogram.

Sejak itu, Nurul dipersiapkan untuk turun pada pekan olahraga provinsi Jatim VI di Lamongan 6-9 Juli 2019. Dia pun kembali berlatih keras.’’Saya ingin membanggakan orang tua dan Kabupaten Jombang,’’ tegasnya.

Langkah ABG yang bercita-cita menjadi pengusaha dan atlet profesional ini untuk ikut porprov sempat menemui tantangan. Berat badannya yang sudah turun dari 70 kilogram menjadi 60 kilogram, diharuskan naik lagi menjadi 65 kilogram. Pasalnya, dia dipasang untuk turun di kelas 65 kilogram. ’’Alhamdulillah selama sebulan berhasil menaikkan berat menjadi 65 kilogram,’’ urainya. Caranya, dengan menambah menu makan. ’’Ditambah pepaya dan susu,’’ jelasnya.

Pada porprov, dia pun berhasil meraih medali perunggu. Sehingga berhak mendapatkan bonus Rp 10 juta. ’’Bonusnya saya berikan orang tua,’’ terangnya.

Menurutnya, orang tua adalah kunci utamanya meraih kesuksesan. ’’Sebelum lomba, pasti minta doa restu orang tua,’’ tegasnya. Alumnus SDN Candimulyo 3 dan SMP Muhammadiyah Jombang  ini juga selalu memegang teguh pesan orang tua. Terutama untuk tidak lupa salat lima waktu. Baik selama latihan maupun selama lomba. Serta selalu berdoa sebelum dan sesudah bertanding. Ketika semua itu dia lakukan, hasilnya dia katakan luar biasa. Yakni dia tak pernah takut menghadapi setiap lawan.

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP